sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Diduga Rentenir Berkedok Koperasi Menjamur di Sarolangun

SAROLANGUN-Ditengah himpitan perekonomian saat ini, membuat masyarakat dengan mudah terlilit hutang. Tanpa pikir panjang, untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan sesaat saja, masyarakat rela meminjam uang tanpa memperhitungkan jumlah angsuran dan bunga pinjaman yang bakal mereka bayar nantinya.

Akibatnya tak sedikit pula masyarakat terlilit hutang yang awalnya dengan jumlah hutang kecil, namun membengkak lantaran tak sanggup membayar cicilan dan bunga. Seperti penelusuran harian ini di beberapa tempat di kota Sarolangun. Selain bank gelap yang mematok bunga pinjaman hingga 30 persen yang dikenal dengan rentenir ada pula yang namanya koperasi simpan pinjam dengan bermodalkan foto kopi kartu keluarga dan kartu tanda penduduk (KTP) masyarakat langsung mendapat pinjaman.

“Kalau mau pinjaman yang besar, pinjamnya di rentenir. Kalau Koperasi pinjamanya terbatas,”kata Supik warga Pasar Sarolangun kepada harian ini.

Sementara Rentenir, sebut Supik, ada yang bermodalkan kepercayaan saja, maka dapat sejumlah pinjaman dengan persyaratan kita harus meneken selembar kwintasi.►►►►