sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Di Kelurahan Pasar Sarolangun, Enam Aset Terbengkalai

TERBENGKALAI: Tampak gedung bekas MIN Sarolangun yang saat ini terbengkalai. Poto:wahid

SAROLANGUN–Di Kelurahan Pasar Kecamatan Sarolangun yang merupakan jantung Kota Sarolangun, ternyata memiliki sejumlah asset pemerintah yang tidak berfungsi dengan maksimal. Aset tersebut dulunya dipakai dan dapat dirasakan masyarakat manfaatnya, namun berbeda dengan apa yang terjadi saat sekarang, asset tersebut malah terkesan dibiarkan tidak berguna.

Hal itu diakui Lurah Pasar Sarolangun, Alkhawarizmi, beberapa hari yang lalu. Kepada media ini, saat ditanyai sejumlah asset di Kelurahan Pasar yang ada tapi tidak berfungsi, Ia menyebutkan ada enam asset saat tidak berfungsi dengan baik, di Kelurahan Pasar. Salah satunya yang sangat menonjol, adalah Gedung Pasar Bawah, yang berada di Samping Rumah Dinas Bupati Sarolangun.

“Gedung Pasar Bawah, sudah lama tidak berfungsi dengan baik, padahal gedung itu dibangun dengan anggaran yang besar, kita di kelurahan ini hanya bisa berbuat apa, saat ini gedung Pasar Bawah malah ada yang jualan pada malam hari dengan lampu kedap-kedip,” katanya.

Selain Gedung Pasar Bawah, ia juga menyebutkan bekas Kantor KPU dulu, yang berada di samping Kantor Pelayanan Pajak, saat ini kondisinya juga sama, setelah Kantor KPU pindah ke Komplek Kantor Bupati, kini kantor itu tak berpenghuni.

“Bekas kantor KPU, lihat saja kesitu, asset yang terbengkalai,’’ sebutnya.

Kemudian ia juga menyebutkan, selain kedua asset di atas, ada juga bekas kantor Lapas Sarolangun, yang berada di belakang Kantor Lurah Pasar, saat ini juga tidak berfungsi dengan baik, hanya digunakan ada sebagai Mess, namun asset itu berada di bawah naungan Kementerian Hukum dan HAM.

“Ada gedung di lapangan Sriwijaya, dulu bekas kantor lembaga adat, kemudian ada juga eks PT Jarum yang berada di Samping SD 01 Sarolangun, yang sudah dihibahkan ke Pemkab Sarolangun,” lanjutnya.

Kemudian, terakhir ia menyebutkan adanya gedung MIN Sarolangun, yang ada di lahan pemakaman muslim, Kelurahan Pasar Sarolangun, yang saat ini dimanfaatkan oleh para pemulung untuk tinggal bertahan hidup.

“Aset MIN dipakai pemulung. Kita akan koordinasikan dengan Kemenag Sarolangun, secara keseluruhan intinya banyak aset belum terdata, entah apa kendalanya tidak difungsikan, kita tidak tahu, kita di kelurahan hanya sebagai penghubung dengan SKPD,’’ tandasnya.(so31)