sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Derita Bocah Isron Yang Alami Penyakit Aneh 

NASIB MALANG: Tampak bocah yang menderita penyakit aneh di Desa Simpang Bukit Kecamatan Pelawan. Poto:wahid

Orangtua tak Punya Biaya Berobat

SAROLANGUN-Seorang bocah bernama M.Isron (6), warga Simpang Bukit, Kecamatan Pelawan mengalami penyakit aneh sudah dua bulan terkahir. Anak dari pasangan M Adnan dan Azmawati ini,  mengalami penyakit aneh dengan kepala dan pipi membengkak dan mata yang terlihat hampir keluar.

Dengan kondisi yang dialami bocah itu, membuatnya hanya bisa pasrah serta berdiam diri di rumahnya menahan derita penyakit yang dialaminya. Pihak keluargapun tak bisa berbuat banyak, karena tidak mampu membiayai pengobatan si bocah malang itu, dan mengharapkan ulur tangan dari sang dermawan.

“Sejak kecil kondisi anak saya tidak seperti ini, anak saya mengalami penyakit ini baru 2 bulan,” kata Azmawati, ibunda Imron saat ditemui awak media di rumahnya, Senin (26/03) kemarin.

Azmawati mengaku, dirinya tidak mempunyai biaya untuk membawa anaknya berobat ke Rumah Sakit. Sehingga saat ini anaknya terpaksa hanya dilakukan perobatan melalui obat kampung, dengan harapan anaknya bisa kembali sehat seperti anak-anak lainnya.

“Bagaimana mau berobat, makan saja susah, saat ini hanya berobat kampung saja untuk diurut tapi tidak sembuh, tolonglah kami,” pintanya.

Azmawati menyebutkan, penghasilan suaminya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, dan dirinya tidak dapat bekerje karena harus menjaga anak. Ia berharap anaknya dapat pengobatan hingga sembuh dari penyakit yang di deritanya itu, agar anaknya dapat bersekolah dan mengaji seperti anak-anak normal lainnya.

“Tidak ada biaya, penghasilan suami saya paling cukup untuk biaya kebutuhan sehari-hari, sementara saya tidak dapat bekerja harus menjaga anak, mohon doanya agar ada yang memberika uluran tangan agar anak saya bisa pulih seperti biasa,” tukasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun H Adnan HS, SE, MKes dikonfirmasikan juga mengakui sudah mendapat laporan terkait hal tersebut. Diakuinya pihak Dinkes juga turun tangan untuk menolong korban. Apa lagi korban tidak punya biaya untuk berobat ke rumah sakit.

“Ya kita sudah dapat laporannya. Korban akan segera kita bantu guna bisa berobat dan saat ini tengah dibuat kartu BPJS nya,”kata Kadinkes.(so31)