sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Damkar Sarolangun Padamkan Rumah Terbakar di Lapangan Gunung Kembang

Terlihat petugas Dankar memadamkan rumah yang terbakar di Lapangan Gunung Kembang. Poto: Adi

SAROLANGUN-Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sarolangun Senin (19/3) menggelar Peringatan HUT Pemadam Kebakaran (Damkar) ke-99 di lapangan Gunung Kembang Komplek Perkantoran Bupati Sarolangun. Dalam peringatan HUT Damkar tersebut, petugas Damkar Sarolangun mensosialisasikan tentang cara menjinakkan api yang dipicu oleh kompor gas, baik itu kebocoran berasal dari pentil tabung atau kebocoran saluran slang tabung menuju ke kompor gas.

Petugas Damkar beraksi di tengah lapangan Gunung Kembang melakukan praktek cara menjinakkan api yang menyembur deras dari tabung dan saluran slang menuju kompor gas. Ternyata, tekhnis menjinakkan api tersebut cukup menggunakan tangan secara manual. Ketika api sempat menyembur ke dalam kuali, petugas hanya menggunakan karung yang basah, lalu ditutup secara rapat diatas kuali tersebut.

Baca juga: Motor Scoopy Pegawai Disporada Terbakar di Lapangan Gunung Kembang Sarolangun

Selain itu petugas Damkar juga melakukan simulasi pemadaman api yang membakar rumah warga dan melakukan simulasi penyelamatan korban kebakaran. Petugas mempraktekkan pemadaman api dengan cara tradisional menggunakan karung goni basah dan alat pemadam kebakaran sederhana (racun api) serta pemadaman menggunakan mobil Damkar.

Semua atraksi sukses dilakukan, karena petugas Damkar Sarolangun sudah terlatih dalam melaklukan pemadaman api dan penyelamatan korban kebakaran.

Penjabat Kadis Damkar, Asnawi saat dimintai keterangan mengatakan, salah satu tujuan sosialisasi menjinakkan api yang berasal dari tabung dan kompor gas, agar masyarakat Kabupaten Sarolangun tahu cara penanggulangan api, sehingga api dari tabung dan kompor gas tidak bertambah besar, merambah dan menjalar ke tempat yang lain.

Baca juga: Tahun Ini Mobil Pemadam Kebakaran di Sarolangun Akan Bertambah

“Tekhnis pemadaman ini dinilai sangat penting, terutama untuk kalangan hawa yang beraktivitas rutin memasak di dapur dengan menggunakan kompor gas, kemudian membutuhkan mental dan jangan panik,”sebutnya.

Sayangnya, ketika simulasi yang digelar setelah upacara peringatan HUT Damkar ke-99, mayoritas ASN dan TKD mengabaikan simulasi tersebut, malah membubarkan barisan meninggalkan lapangan Gunung Kembang.(so9)