sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

CE Kumpulkan Dai, Pegawai Syarak, Guru Ngaji dan Pimpinan Ponpes, Ini Penyebabnya!

PROGRAM: Warga melakukan sholat Asyar berjamaah dalam acara zikir akbar beberapa waktu lalu. Foto Wahid

SAROLANGUN-Pemerintah Kabupaten Sarolangun merencanakan akan mengumpulkan para dai, pegawai syarak, guru ngaji dan pimpinan Pondok Pesantren dalam waktu dekat ini, untuk menyelaraskan pelaksanaan program Bupati Sarolangun H Cek Endra, sholat berjamaah lima waktu di masjid. Sudah dua bulan terakhir ini Pemkab Sarolangun terus gencar melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Terutama sholat shubuh berjamaah, namun masih seputaran Kecamatan Sarolangun.

Kabag Kesra Setda Sarolangun H Juddin, SAg, kemarin (04/09) mengatakan, sebanyak 158 dai, 1.366 pegawai syarak, 1.000 guru ngaji, 27 pimpinan Ponpes, pada Kamis besok (07/09) akan dikumpulkan di Mesjid As-Shulton Sarolangun, dalam rangka mensinergikan program bupati melaksanakan sholat berjamaah tersebut.

“Insa allah hari Kamis di mesjid As-Shulton, akan dihadiri bupati dan wakil bupati Sarolangun,” katanya.

Para dai, pegawai syarak, guru ngaji dan pimpinan Ponpes tersebut lanjutnya, diwajibkan untuk mendukung program sholat berjamaah, bagi yang tidak mendukung akan dikenakan sanksi berupa teguran, bahkan akan dilakukan pemberhentian.

“Artinya, ini evaluasi yang dilakukan pak Bupati, kedepannya harus kompak mendorong pelaksanaan sholat berjamaah, bagaimana program ini bisa berjalan di desa-desa,”jelasnya.

Selain itu, ketika ditanya pelaksanaan sholat shubuh berjamaah di Kecamatan Sarolangun, sejauh ini Pemkab Sarolangun sudah menyusuri 20 mesjid. Dan nantinya akan diteruskan di kecamatan lainnya.

“Nanti masing masing kecamatan, diminta laporan jadwal sholat berjamaah keliling. Untuk saat ini Sudah 20 mesjid yang sudah dikunjungi di Kecamatan Sarolangun,” tukasnya.(so31)