GERBANG INFORMASI KITO

CE: Jangan Mengalihfungsikan Lahan

 Hamparan padi milik Gapoktan Lesung Batu Desa Penegah, Kecamatan Pelawan. Poto:wahid

Pemkab Perjuangkan Swasembada Beras

SAROLANGUN-Pemkab Sarolangun terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan swasembada beras di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko. Sebab, saat ini Kabupaten Sarolangun masih mengalami kekurangan produksi beras setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan beras perkapita dari jumlah lebih kurang 290 ribu jiwa.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sarolangun, H Sakwan, Selasa (16/07) kemarin, bahwa saat ini produksi beras dari tanaman padi di Kabupaten Sarolangun baru mencapai 16.303 ton lebih, sementara kebutuhan beras mencapai 37.439 ton. Artinya masih ada kekurangan lebih kurang 21 ton beras setiap tahun.

Jika melihat dari luas sawah yang ditanam para petani saat ini, katanya saat ini lahan sawah yang ditanam hanya sekitar 6.716 hektar dari target tanam mencapai 9.186 hektar, dan hingga saat ini sebanyak 4.795 hektar sudah dilakukan panen oleh masyarakat.

“Yang sudah ditanam 6.100 sekian, target kita tanam 9.000 lebih. Sekarang produksi baru 16 ribu ton lebih, dari 37 ribu ton lebih kebutuhan beras, artinya baru 50 persen terpenuhi. Sampai Desember palingan bisanya sampai 70 persen, belum lagi masalah kondisi panas, karena sebagian sawah kita belum sawah teknis,” katanya.

Kata Sakwan, untuk produksi padi sawah di Kabupaten Sarolangun rata-rata perhektar baru menghasilkan 4 ton lebih gabah kering, atau sekitar 2,7 ton beras (65 persen dari gabah kering).