sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Butuh Anggaran 600 Miliar Pemkab Minta Dukungan Pusat

JEMBATAN: Salah satu titik yang perlu pembangunan jembatan sebagai akses menuju pabrik Semen Baturaja Bukit Bulan. Poto:wahid

SAROLANGUN-Pembangunan jalan sepanjangn 39 kilometer dari Jalan Lintas Sumatera Singkut  menuju Lokasi Pabrik Semen di Bukit Bulan, Kecamatan Limun membutuhkan anggaran lebih kurang 600 miliar rupiah. Pasalnya, kondisi jalan saat ini masih jalan tanah. Selain jalan,  ada juga tiga titik jembatan yang akan dibangun, dimana nantinya jalan tersebut menjadi jalan utama menuju Pabrik Semen Sarolangun Satu.

Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, Senin (26/03)  kemarin, mengakui dengan anggaran sebesar itu, Pemkab Sarolangun tidak akan bisa mengandalkan pembangunan jalan melalui APBD Sarolangun, tentu harus mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat. Dana tersebut tergolong besar, sebab kontruksi jalan yang akan dibangun harus cukup kuat untuk pengangkutan semen.

“Insya Allah Jambi ini akan ada pabrik semen, itu adanya di Sarolangun. Tapi kami terkendala soal jalan. Kurang lebih butuh 600 miliar, karena ada tiga jembatan yang harus dibangun, ini kami perlu bantuan,” katanya.

Ia menyebutkan, pembangunan jalan itu bisa menjadi proyek nasional, dimana pembangunan itu nantinya sebagai salah satu program Presiden RI Joko Widodo dalam meningkatkan infrastruktur jalan menuju pabrik semen.

“Ini jalan memerlukan banyak dana, karena ini proyek nasional saya berharap dukungan APBN, kalau mengharap APBD kita ini tidak akan selesai, makanya saya juga mendorong ini ke Jakarta mencari dana dana pusat bukan dari transfer daerah yang selama ini kita nikmati,” jelasnya.

Bukan hanya itu, bupati juga menyebutkan untuk mendapatkan dukungan pusat dalam membangun infrastruktur jalan menuju pabrik semen itu, Pemkab Sarolangun mengundang Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas pada Musrenbang RKPD Tahun 2018 di Ruang Pola Kantor Bupati.

“Itu salah satu juga mengundang pihak Bappenas, mengembangkan investasi di Sarolangun, menuju lokasi pabrik memerlukan infrastruktur yang biaya tinggi,  dan itu tidak bisa dianggarkan dari APBD. Ini sarana wajib sebagai membangun pabrik. Insa Allah ini menjadi program nasional dalam percepatan pembangunan pabrik,” tukasnya.

Dijelaskan Bupati, jika pabrik semen Sarolangun terwujud, tidak hanya berpengaruh terhadap ekonomi lokal. Tapi keberadaannya akan mendongkrak prekonomian secara global. Artinya keberadaan pabrik itu berpengaruh terhadap perekonomian nasional.(so31)