sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Buntut Demo Ratusan Siswa MTs Ladang Panjang, Kemenag Usulkan Pergantian Kepsek

UNRAS: Tampak ratusan siswa-siswi MTsN Ladang Panjang saat berunjukrasa di Kantor Kemenag Kabupaten Sarolangun. Poto:wahid

SAROLANGUN-Kantor Kementerian Agama (Kemanag) Kabupaten Sarolangun langsung merespon aksi unjukrasa yang dilakukan ratusan siswa-siswi MTsN Ladang Panjang Kecamatan Sarolangun.

Usai pertemuan tertutup dengan perwakilan siswa dan puluhan guru, Jum’at lalu (3/3), kepada para awak media, Kepala Kemenang Kabupaten Sarolangun H Sulaeman mengatakan, akan mengusulkan pengganti Kepsek, ke Kanwil Kemenag Provinsi Jambi. Namun ia mengharapkan agar proses belajar mengajar di MTsN Ladang Panjang tetap berjalan dengan baik.

“Komite dan guru sudah kita panggil, karena kita lihat keharmonisan dengan kepsek itu yang paling vital persoalannya. Kemudian, sudah kita usulkan pengganti Kepsek ke Kanwil Jambi, dan yang bersangkutan akan jadi guru biasa,’’ katanya.
Ia juga menyebutkan untuk mengganti kepala sekolah tersebut memiliki prosedur yang mesti dijalani. Selain itu, ia juga menyayangkan sikap kepala sekolah yang menjadikan ruangan kepsek menjadi ruangan pribadi. Bahkan ia juga mengaku baru menerima laporan adanya pemotongan sertifikasi guru, serta realisasi Bantuan Siswa Miskin (BSM) ada yang tidak transparan.

“Ke depan Kanwil Jambi harus mengambil tindakan, dan kita akan segera turun ke Ladang Panjang melakukan evaluasi,’’ pungkasnya.

Seperti diketahui, ratusan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Desa Ladang Panjang dari kelas 1 sampai kelas 3, Jum’at kemarin (03/03) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sarolangun.

Dari pantauan harian ini, ratusan siswa tersebut dibawa dengan menggunakan tiga truk, sekitar pukul 10.00 WIB, setiba di Kantor Kemenag Sarolangun ratusan siswa dengan kompak meminta agar kepala sekolah segera diganti dengan yang baru.

Salah seorang siswi, Melinda Apriani mengatakan, permintaan digantinya kepala sekolah mereka bukan tidak ada alasan. Ia menyebutkan tindakan Kepsek sudah banyak melakukan pelanggaran di sekolah, ketidak harmonisan dengan para guru dan siswa.

“Kami kalau ikut demo diancam tidak lulus bagi kelas tiga, kelas satu dan dua akan dipindahkan, kami hanya mau Kepsek diganti karena banyak masalah, contohnya perpustakaan tidak pernah ada, ada juga dana bantuan siswa tidak transparan,’’ katanya.

Aksi unjuk rasa tersebut, juga didampingi puluhan gurus madrasah yang mendukung kegiatan para siswa tersebut.

Salah seorang guru Dra Desniati, mengatakan, kondisi MTs Ladang Panjang saat ini makin sangat buruk, proses pembelaran tidak berjalan dengan baik. Para guru banyak yang mogok ngajar, dan juga dapat ancaman dari kepala sekolah.

Ia mengaku, persoalan ini sudah lama terjadi, bahkan sudah berkali kali menyurati Kemenag Sarolangun bahkan ke Kanwil Provinsi Jambi.

Ini kesekian kalinya kami datang ke Kemenag, hanya saja baru kali ini kami bawa anak- anak, para guru selalu diancam, tidak dilibatkan kepala sekolah dalan urusan keuangan, makanya tidak ada keharmonisan lagi,’’ kata Desniati.(so31)