sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

BPPRD Sarolangun Genjot Penarikan Pajak

Realisasi Pendapatan Pajak Capai 11 Miliar

SAROLANGUN-Jelang akhir tahun, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Sarolangun akan terus menggenjot penagihan pajak di Sarolangun. Pasalnya hingga akhir September total realisasi pajak PBB tercatat 85 persen, dengan angka sekitar Rp 800 juta dari total target Rp 1 M. Dari jumlah itu, realisasi pajak potensial PBB tarcatat Rp 219.464.562, atau sekitar 98 persen dari total yang ditargetkan Rp 238.419.304.

Demikian penjelasan Kabid PBB, BPHTB, Sulaiman, kemarin (05/10), bahwa  pendapatan Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), saat ini hampir menyentuh angka 70 persen, dari angka yang ditargetkan sebesar 1,2 milyar.

Kemudian pendapatan PAD dari sektor pajak, terutama PBB dan BPHTB bisa meningkat, bahkan hingga dua kali lipat, jika dilakukan pendataan ulang. Pendataan terahir dilakukan pada 2008.

“Harusnya tahun ini kita sudah mulai pendataan ulang. Jadi tahun depan hasilnya sudah bisa meningkat. Yang awalnya bayar Rp 5.000, jadi Rp 10 ribu. Kita lihat sesuai kondisinya,” katanya.

Namun, untuk melakukan pendataan ulang, Lanjut Sulaiman, pihaknya butuh tambahan anggaran. Sebab jumlah objek pajak di Sarolangun tercatat sebanyak 61 ribu dari Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang.

“Kita sudah ajukan tambahan anggaran untuk itu, tapi belum disetujui. Kalau didata ulang, hasil pajak bisa digunakan untuk pembangun Sarolangun, bangun sekolah, infrastruktur. Jadinya pajak dari rakyat untuk ranyat,” jelasnya.

Untuk mengejar target PAD dari sektor pajak yang ditargetkan Rp 13 milyar tahun ini, pihaknya akan mulai melakukan sosialisasi pada pihak perusahaan dan juga swasta. Menurut Sulaiman, perusahaan bisa menyumbang angka pajak yang cukup besar. Saat ini realisasi pendapatan pajak keseluruh telah mencapai Rp 11 milyar.(so31)