sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

BPOM Jambi Pastikan  Tidak Menemukan Garam mengandung Kaca

AMAN : Hasil penyelidikan BPOM bersama instansi terkai, ternyata tidak ditemukan garam mengandung kaca di Tanjabbar. Photo : mardiyansah

JAMBI – Sehubungan dengan produk garam dapur yang diduga mengandung pecahan kaca yang berbahaya bagi kesehatan. Seperti pemberitaan sebelumnya, yang mana seorang ibu rumah tangga bernama Rita sedang proses memasak dan beruntung belum sempat dikonsumsi. Penemuan tersebut di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Terkait dengan hal tersebut, BPOM Provinsi Jambi langsung turun kelapangan untuk memastikan kebenarannya. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPOM Provinsi Jambi Ujang Supriatna saat dikonfirmasi Wartawan Sarolangun Ekspres melalui pesan Whatshapp, Senin (16/10).

Ujang mengatakan pihak BPOM Provinsi Jambi bersama Dinas Disperindag, Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat langsung melakukan pengecekan dan disaksikan oleh semua pihak.

“Kami sudah telusuri bang, Tim kelapangan hari Sabtu kemarin, dan organoleptis sudah di tes bersama hasilnya garam yg diduga mengandung kaca ternyata larut sempurna dalam air. Kalau ada kacanya pasti kaca tidak larut dalam air,” sebutnya.

Ujang juga menambahkan sisa sample akan diuji di Lab.BPOM sebagaimana parameter uji untuk garam. “Kan baru kemarin sabtu kami dapatkan, besok senin diuji di lab, dan organoleptis sudah dites bersama hasilnya garam yang diduga mengandung kaca ternyata larut artinya garam tersebut tidak mengandung kaca,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi Ariansyah mengatakan masyarakat diminta untuk tetap tenang dan slalu waspada. ” Jika ada ditemui permasalahan terutama berkaitan dengan pangan untuk dapat melaporkan ke satgas pangan yang sudah dibentuk dari pusat, provinsi sampai kab/kota. Karena dibentuknya satgas pangan diantaranya mempunyai tugas melindungi masyarakat sesuai dengan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut Badan POM dan bersama Dinas terkait, akan terus berkoodinasi melakukan pengawalan terhadap keamanan dan mutu peredaran produk pangan. (mar)