sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Bimbingan MKE, MIRM Dan Program Nasional di RSUD Sarolangun

SAROLANGUN- Menuju Akreditasi Paripurna pihak rumah sakit mendatangkan narasumber pembimbing Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Pusat dalam acara bimbingan tentang Menajemen Informasi Dan Rekam Medik (MIRM) dan Menajemen Komunikasi Dan Edukasi (MKE) dan Program Nasional.

Kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung selama 2 hari dan dilanjutkan dengan kegiatan telusur kebeberapa tempat oleh pembimbing KARS di lingkungan RSUD Sarolangun.

Acara bimbingan tersebut, dibuka langsung Dirut RSUD Prof.DR.H.M. Chatib Quzwein turut dihadiri para ketua pokja, dokter, para medis serta staf rumah sakit yang digelar diaula RSUD.  Guna acara bimbingan dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas menjemen hingga pelayanan rumah sakit sesuai Standart Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Senin (11/2).

Saat menyampaikan kata sambutannya, dr.Irwan Miswar,M.Km Direktur RSUD Prof.DR.H.M. Chatib Quzwein Sarolangun mengatakan, akhir Pebruari ini harus sudah tertib administrasi, keuangan maupun pelayanan,

“Saya minta pada akhir bulan pebruari ini segala sesuatunya selesai. Dan juga terkait data rumah sakit serta analisa semuanya ada pada ITE. Dalam kegiatan hari ini, saya harap seluruh peserta bertanyalah  sebanyak – banyaknya. Perlu di ingat dan wajib kita pahami bahwa akreditasi itu memaksa kita untuk tertib dalam  admnistrasi , keuangan dan pelayanan,” Kata dr. Irwan Miswar, M.KM Dirut RSUD Sarolangun.

Penyelenggaraan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) harus mengacu pada peraturan perundang-undangan. Rumah sakit mengelola data dan informasi klinis serta manajerial. Sedangkan Menajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE) memiliki 14 item terdiri dari beberapa bagian diantaranya pembuatan pedoman komunikasi efektif, adanya pertemuan dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi pelayanan rumah sakit (jenis pelayanan, waktu pelayanan, proses mendapatkan pelayan), Pembuatan media informasi berupa website, leaflet, brosur dan bulletin dan Pembentukan panitia Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) yang terdiri dari Staf Klinis (dokter, perawat, bidan, fisioterapis, farmasi, ahli gizi dan psikolog),

Disamping itu, Sulikah ,SKp,M.Kes narasumber dari pembimbing KARS pusat pada kegiatan tersebut menyampaikan, peserta kegiatan harus melakukan dan implementasikan.

“Instrument harus banyak diimplementasikan dan itu harus ada dan dilakukan menjelang bulan juni yang akan datang (penilaian). Untuk itu kita berharap, usai bimbingan ini harus bisa melakiukan apa yang harus diimplementasikan,” Jelas Sulikah ,SKp,M.Kes narasumber pembimbing KARS pusat

Adapun yang dimaksud dengan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) merupakan standar nasional akreditasi rumah sakit yang telah ditetapkan oleh KARS dan sudah mulai diberlakukan pada 1 Januari 2018 di seluruh Indonesia. (se32)