sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Bidan Menumpuk Dalam Kota  Desa Terpencil Kekurangan Bides

dr. Hj. Elfie Yennie

MUARABULIAN – Kabupaten Batanghari masih kekurangan tenaga kesehatan, khususnya Bidan daerah terpencil. Kondisi ini berbanding terbalik dengan ibukota Kabupaten.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr. Hj. Elfie Yennie, mengakui terjadi kekurangan Bidan Desa terpencil. Bahkan, pemerataan Bidan desa belum sempurna. ” Iya, bidan banyak menumpuk di Muarabulian, di kota saja,” ungkap Elfie kepada wartawan belum lama ini.

Dengan terjadinya kekurangan Bidan desa terpencil, beberapa Puskesdes mengalami kendala penanganan kesehatan. ” Ya memang ini menjadi masalah, karena tidak semua puskesdes ada bidannya,” katanya.

Seperti contoh Puskesdes yang tidak memiliki tenaga kesehatan yakni Desa Sengkati Baru , Desa Kilangan, Desa Singkawang, Dusun Talang Aro, Desa Tebing Tinggi, Desa Mekar Jaya, Desa Olak Besar, Desa Karmeo dan lain sebagainya.

Dampak kekurangan Bidan desa ini, tidak semua Puskesdes bisa membantu proses persalinan. Karena sesuai aturannya, proses persalinan membutuhkan dua orang petugas yakni Bidan dengan perawat.” Harus ada dua petugas kesehatannya, dua bidan atau bidan dan perawat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Puskesdes juga harus didukung oleh sarana penunjang yang sesuai dengan standar kesehatan yang ada. Solusinya jika ada ibu yang akan melahirkan maka proses persakinan bisa menumpang di puskes desa tetangga atau langsung ke RS terdekat.” Terkadang menumpang di puskesdes sebelah, atau mereka langsung ke Rumah Sakit,” tutup Elfie.(hur)