sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Biaya Pemasangan Amper Listrik Desa lamban Sigatal Dikeluhkan

SAROLANGUN-Program pemerintah Pusat agar penerangan listrik PLN masuk hingga ke pelosok desa sepertinya tidak lama lagi akan terealisasi. Tentunya, ini impian yang diidam-idamkan masyarakat di pelosok desa dan akhirnya terkabul.

Namun harapan ini ternyata tidaklah berjalan mulus seperti yang dipikirkan oleh masyarakat pada umumnya. Salah satu contoh masyarakat Desa Lamban Sigatal Kecamatan Pauh.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh media ini dari salah seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan menyebutkan, tepatnya pada 7 Juli 2017 sehabis sholat Jumat, Sekdes yang bernama Sarkowi mengumumkan di masjid bahwa PLN akan masuk ke desa Lamban Sigatal. Masyarakat diwajibkan menggunakan amper daya 1.300 Kwh dan diminta untuk membayar sebesar Rp 2.800.000. Tetapi tidak ada satupun masyarakat yang menyetujui ketika itu.

Lalu Jum’at 28 Juli 2017 sehabis sholat Jum’at Sekdes kembali mengumumkan bahwa harga amper diturunkan menjadi Rp 2.500.000, dengan daya tetap 1.300 Kwh komplit siap pasang. Sekdes meminta masyarakat menyetor uang kepada panitia yang telah dibentuk oleh Sekdes yang terdiri dari Sarkowi (Sekdes), Aspawi (Kadus II), Sam Saimun
(Kadus I), Kholik dan Lukman Hakim (mantan Kades).

Kemudian masyarakat dengan merasa terpaksa menyetujui karena ditakut-takuti dengn alasan jika tidak ada yang mendukung dan menyetor uang tersebut maka arus PLN tidak jadi masuk.

Pada Desember 2017 masyarakat mulai berbondong-bondong menyetor uang kepada panitia, dan panitia mengatakan bayaran menjadi Rp 2.600.000 maka akan diisi pulsa 100 ribu, masyarakatpun mengikuti. Tapi kenyataannya saat amper dipasang masyarakat terkejut, karena mereka diberi amper daya 900 Kwh tidak sesuai dengan janji semula ketika itu janjinya akan diberi amper 1300 Kwh, dan pulsa yang dijanjikan 100 ribu pun tidak ada.

[junkie-button url=”http://sarolangunonline.com/?p=14052&page=2″ style=”blue” size=”small” type=”square” target=”_self”] Berita Selengkapnya>>> [/junkie-button]