sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Bentrok Dua Keluarga,Satu Meninggal Lima Luka Parah

blur
BENTROK BERDARAH: Tampak salah satu korban saat mendapatkan perawatan dari petugas medis. Poto:ist

SAROLANGUN-Bentrok berdarah antara dua kelompok keluarga Selasa sore (20/9) yang terjadi di Desa Kertopati Kecamatan Mandiangin masih menyisakan pertanyaan. Pasalnya, sampai saat ini belum ada keterangan resmi yang menyebutkan penyebab dua kelompok keluarga bentrok yang mengakibatkan satu nyawa melayang.

Camat Mandiangin, Trianto, SIP, yang dihubungi wartawan kemarin (21/9) mengatakan, pasca bentrok antar dua keluarga ini kondisi Desa Kertopati aman dan kondusif dan kegiatan warga berjalan seperti biasa.

Salah satu korban yang tewas bernama Firmansyah (31), menurut Camat sudah dikuburkan. Sementara dari empat korban lainnya, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saya baru selesai menghadiri pemakaman korban atas nama Firmansyah,” kata Camat Mandiangin, Trianto dihubungi melalui Ponsel.

Sedangkan penyebab bentrok menurut camat Kasus bentrok antar keluarga masih belum diketahui karena masih didalami oleh pihak kepolisian Polres Sarolangun.

“Motifnya masih didalami pihak kepolisian,” tambah Trianto.

Informasi yang dirangkum , bentrokan terjadi antara keluarga Ansor (47) bersama ke dua anaknya bernama Joni (27) dan Juli (25) melawan tiga orang kakak beradik masing-masing Firmansyah (31) tewas di tempat dan ke dua kakaknya Epi Afrizal (37) dan Kusnadi (40).

Ke dua keluarga tersebut melakukan pertarungan tiga lawan tiga dengan menggunakan senjata tajam di Dusun Kertopati Seberang tak jauh dari kantor desa. Lokasi perkelahian yang sepi dan cukup jauh dari pantauan, membuat warga tidak mengetahui adanya perkelahian sengit menggunakan sajam. Sehingga perkelahian berlangsung habis-habisan sampai seluruhnya tidak berdaya bahkan mengakibatkan Firmansyah meninggal dunia.(so9/so10)