sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Belanja Daerah Kabupaten Sarolangun Capai Rp 1,17 T

apbd
ilustrasi

SAROLANGUN-Perubahan APBD Kabupaten Sarolangun 2016 mengalami penambahan. Ini terlihat, total belanja daerah sebelum perubahan sebesar Rp 1,13 Triliun, namun setelah perubahan diproyeksikan menjadi sebesar Rp 1,17 Triliun. Angka tersebut menunjukkan penambahan belanja pada perubahan  APBD sebesar Rp 35,79 Milyar atau meningkat sebesar 3,05 persen.

Hal ini dipaparkan juru bicara Banggar, M Fadlan Arafiqi SE MH saat menyampaikan hasil laporan Banggar,. Menurut M Fadlan Arafiqi, proyeksi belanja daerah akan direncanakan untuk membiayai belanja langsung dan belanja tidak langsung. Belanja langsung sebelum perubahan Rp 589,84 Milyar, setelah perubahan diproyeksikan menjadi Rp 600,90 Milyar.

“Belanja langsung terjadi penambahan sebesar 11,06 Milyar atau naik 1,84 persen,”katanya.

Dijelaskan politisi PKB, belanja pegawai semula ditetapkan Rp 417,29 Milyar setelah perubahan Rp 417,30 Milyar.

“Belanja pegawai mengalami penambahan Rp 645,08 ribu,”sebutnya.

Sementara itu, belanja hibah semula ditetapkan Rp 13,10 Milyar, tapi setelah perubahan menjadi Rp 7,99 Milyar.

“Pada sektor belanja bantuan sosial tidak mengalami perubahan, semula hanya ditetapkan Rp 200 juta. Ini sama halnya dengan bantaun keuangan Provinsi, Kabupaten, Kota, pemrintah desa dan Parpol, semula ditetapkan Rp 157,50 Milyar, tidak mengalami perubahan, ”cetusnya.

Lain halnya dengan belanja tak terduga, kata M fadlan Arafiqi, semula belanja tak terduga ditetapkan Rp 1,73 Milyar, setelah perubahan menjadi Rp 4,79 Milyar.

“Setelah perubahan, belanja tak terduga mengalami penambahan sebesar Rp 3,06 Milyar,”ucapnya.

Selain itu, untuk belanja langsung sebelum perubahan ditetapkan Rp 549,29 Milyar, namun setelah perubahan menjadi Rp 574,02 Milyar.

“Belanja langsung mengalami penambahan Rp 24,73 Milyar atau 4,31 persen,”timpalnya.

Ditambahkannya, penerimaan pembiayaan daerah dari SILPA ditetapkan Rp 49,02 Milyar, terealisasi Rp 90,34 Milyar, terjadi penambahan Rp 41,31 Milyar, atau naik Rp 45,73 persen.

“Pengeluaran pembiayaan daerah tidak mengalami perubahan, sebelumnya ditetapkan Rp 8,26 Milyar,”tandasnya.(so10)