sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

BBM Naik, Warga Sarolangun Cuek

NAIK: Harga BBM non subsidi sejak 1 Juli lalu naik. Namun warga di Sarolangun tak begitu peduli. Foto ist

Namun Keluhkan Stok Premium Yang Sering Kosong

SAROLANGUN-Berbeda dengan beberapa tahun lalu, saat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik ada gejolak di tengah masyarakat. Namun kemarin (2/7) ada beberapa jenis BBM yang mengalami kenaikan, namun kondisi di ditengah masyarakat tidak ada gejolak.

“Karena sudah biasa, lagian yang naik bukan premium atau pertalite,”uajar Shobrun warga sarolangun, kemarin.

Hanya saja saja, tambah Shobrun, yang menjadi keluhan warga stok premium itu sendiri yang sering kosong, pada hal itu merupakan BBM subsidi yang biasa dinikmati masyarakat pada pumumnya.

”Kita akui Premium ataupun Pertalit tidak naik, tetapi sering kosong, jadi terpaksa kita pakai pertamax, artinya secara tidak langsung membenani masyarakat miskin juga,”tambahnya.

Terpisah, Drs Kholidi Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sarolangun saat dikonfirmasi mengakui adanya kenaikan harga beberapa jenis BBM, diantaranya Pertamax dari harga Rp 9000 menjadi Rp 9.700, Pertamax Turbo dari harga Rp 10.200 menjadi Rp. 10.900, Dexlite dari Rp. 8.250 menjadi Rp. 9.200 dan Pertamina Dex dari Rp. 10.550 menjadi Rp 10.750.

“Sedangkan Premium, Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan,”ujar Kholidi.

Hal senada juga diungkapkan, Boy Pengelola SPBU Semaran Kecamatan Pauh, menurutnya dari sejumlah jenis BBM yang naik tersebut ada dua jenis yang tersedia di SPBUnya, yaitu Pertamax dan Dexlite.

“Pengunjung seperti biasa, rata-rata mengisi BBM jenis Premium, Pertalite dan Solar,”tandasnya.(so10)