sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

BBI Limun tak Diberdayakan, Tapi Setiap Tahun Selalu Dianggarkan

????????????????????????????????????

SAROLANGUN– Keberadaan Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun tak diberdayakan. Padahal setiap tahun selalu dianggarkan untuk biaya operasionalnya.

Kondisi ini membuat anggota DPRD Sarolangun mempertanyakannya. Mereka meminta kejelasan terkait keberadaan BBI yang terletak di Kecamatan Limun tersebut.

“Ya, setiap tahun untuk operasionalnya seperti pengadaan bibit selalu dianggarkan. Tapi tidak pernah ada hasilnya selama ini,” kata Hermi, politisi partai PAN ini, kemarin.

Diungkapkannya, berdasarkan dari pantauan pihaknya, tak diberdayakannya BBI Limun sudah cukup lama. Bahkan selama dirinya duduk di DPRD Sarolangun, belum ada hasil yang didapatkan dari BBI.

“Mengapa selama ini tidak bisa diberdayakan. Seharusnya ada solusi yang dilakukan agar jelas keberadaannya,” sebutnya.

Hermi mengaku, sangat menyesalkan tak diberdayakannya BBI yang seharusnya bisa menghasilkan PAD. Apa lagi setiap tahunnya selalu dianggarkan untuk biaya operasionalnya.

“Kalau memang tidak bisa diberdayakan lagi untuk apa selalu dianggarkan. Itukan tidak efesien dan mubazir,” sesalnya.

“Selama ini kita juga tidak tahu pembelian bibit yang dianggarkan dikemanakan. Tidak pernah kelihatan,” cetusnya.

Terkait hal ini Bupati Sarolangun, Cek Endra mengatakan, bahwa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan BBI Limun karena kualitas air yang tidak mendukung untuk budidaya benih ikan. Sebab sumber air telah tercemar oleh limbah penambangan emas tanpa izin (PETI)

“Itu karena dampak dari penambangan emas tanpa izin,” sampai bupati pada rapat paripurna dengan angenda jawaban Eksekutif.

Selain itu tambah bupati, sumber air dari Dam Kutur untuk BBI juga tidak bisa diandalkan. Hal itu dikarenakan debit air yang tidak mencukupi kebutuhan BBI.

“Itu juga karena buka tutup pintu irigasi yang tidak terjadwal,” ungkapnya.(so9)