sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Bawa Parang, Puluhan Petani Datangi Proyek Jembatan Sungai Buluh

PROYEK UTAMA
PETANI DIRUGIKAN: Tampak puluhan petani turun kelokasi jembatan Sungai Buluh. Poto:hur

MUARABULIAN-Merasa dirugikan akibat pengerjaan proyek provinsi pelebaran jembatan desa Sungai Buluh dusun Kampung Tengah kecamatan Muarabulian, sekitar pukul 11.00 WIB Rabu (20/7), puluhan petani mendatangi lokasi proyek pelebaran jembatan tersebut. Gara-gara proyek itu, kayu penunjang jembatan menghambat sampah yang mengalir bersama air dibawah jembatan. Pada musim hujan saat ini, debit air semakin tinggi karena terhambat sampah. Akibatnya, lebih kurang 50 hektar lahan padi milik petani terendam. Genangan air tersebut, hingga lokasi persawahan depan rumah dinas Bupati Batanghari.

Dengan membawa parang dan alat seadanya, puluhan petani turun langsung kebawah jembatan membersihkan sampah yang menumpuk karena terhambat kayu penyangga cor jembatan. Selain merendam puluhan hektar lahan padi, akibat genangan air selama turun hujan, tanaman sayur petani sudah tidak bisa dipanen lagi.

“Tanaman sayur yang kami tanam, sejak adanya pengerjaan jembatan ini, semuanya mati. Kini hanya tinggal tanaman padi, jika terus terendam air, padi yang baru kami tanam pasti mati. Pihak rekanan tidak memikirkan petani, mereka seenaknya kerja namum petani merugi,”kesal petani yang enggan dituliskan namanya.

Proyek jembatan tersebut dikerjakan oleh PT Adhi Bina Inti. Berdasarkan papan merek proyek jembatan, nilai anggaran yang ada Rp 9 miliar lebih. Ternyata anggaran tersebut dipecah menjadi tiga paket. Yakni jembatan Sungai Buluh, pelebaran jembatan dikelurahan Jembatan Mas dan pelebaran jalan di gerbang perbatasan antara Kota Jambi dan Muaro Jambi. “Nilai anggaran yang di papan merek itu untuk tiga kegiatan,”kata Agus yang merupakan pengawas lapangan.
Terpisah dikatakan pak Mul, pengawas proyek pelebaran Jembatan Sungai Buluh saat dikonfirmasi terkait adanya protes para petani mengatakan. Atas kejadian tersebut, pihak rekanan sudah diberitahu. “Secepatnya anak buah turun kelokasi untuk membersihkan sampah yang ada. Kita akan terus standby disini, jika turun hujan anggota siap diterjunkan membersihkan sampah sebagai penghalang air. Saat ini masih dalam masa pengerjaan, jika kayu penunjang jembatan kita buka, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kondisi cor betonnya masih baru,”kata pak Mul pengawas lapangan.(hur)