sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Batching Plant Serdang Diduga Tak Kantongi Izin

KUALATUNGKAL- Pelaksanaan proyek rigid beton yang bersumber dari dana APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017 sebesar Rp 50 M dari Simpang Teluk Nilau- Senyerang. Adapun lokasi batching plant untuk memproduksi beton proyek rigid beton tersebut yang berlokasi di desa serdang kecamatan betara, disinyalir tidak memiliki izin operasional maupun izin amdal dari pemkab tanjabbar.

Kepala Dinas Perizinan Dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Tanjabbar, H.Yan Eri membenarkan bahwa batching plant yang berlokasi diserdang sama sekali tidak mengantongi izin. ” Tidak ada izinnya itu, proyek nya mau selesai izin nya tidak ada,” Ujarnya via ponsel. (17/10).

Untuk saat ini tim sedang kelokasi turun meriksa kegiatan batching plant tersebut, kemungkinan akan dihentikan sementara aktifitas batching plant yang diserdang jika benar tak kantongi izin sama sekali. “Itu ada dampak lingkungannya, gimana izin dengan masyarakat maupun dengan desa setempat, yang jelas ke kita tidak ada izin, ” tegasnya.

Hal senada juga dikatakan Kadis LH Tanjabbar, Suparjo bahwa batching plant diserdang tidak ada mengajukan izin lingkungan. ” Kalau yang diserdang itu tidak ada izin lingkungan, pernah dulu waktu saya masih di perizinan cuma pemberitahuan lisan saja itu pun batching plantnya bukan diserdang tapi katanya disimpang teluk nilau, “tandasnya. (So29).