sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Baru Diperbaiki, Jalan Beton Batang Asai Rusak Parah

RUSAK: Tampak kondisi jalan beton menuju Batang Asai yang sudah rusak.poto:ist

SAROLANGUN – Jalan utama menuju Kecamatan Batang Asai, yang baru dibangun satu tahun lebih dengan cara membeton jalan, ternyata saat ini sudah menggalami kerusakan parah. Hal tersebut sangat dikeluhkan warga setempat dan para pengendara. Pasalnya, kondisi jalan yang mendaki tinggi sangat sulit dilalui, menggingat kondisi jalan yang sempit, tepatnya di Bukit Rayo, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Batang Asai.
“Jalan ini padahal baru diperbaiki setahun lebih, tapi kondisinya sudah rusak parah. Coba dilihat, sampai cor besinya saja sudah banyak yang keluar. Dan ini sangat membahayakan para penggendara yang lewat,” kata Rendy salah satu warga Batang Asai saat bertemu dengan wartawan.

Disampaikannya, kerusakan sudah terjadi sejak enam bulan terakhir. Akibatnya, banyak kecelakaan tunggal terjadi bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

“Jadi disini sering terjadi kecelakaan tunggal karna menumbur lobang. Apalagi pada malam hari yang kondisinya sangat gelap, sehingga pengendara tidak melihat kalau ada jalan rusak,”paparnya.

Hal senada juga dikeluhkan oleh Rafik salah satu pengendara roda dua yang sehari- hari melintasi jalan menuju Batang Asai berjualan sayur – mayur, dirinya menjelaskan, bahwa jalan tersebut merupakan jalan utama menuju Batang Asai. Sehingga, dirinya suka tidak suka harus melintasi jalan rusak tersebut walaupun kondisi jalan rusak parah.

“Kalau ditanya ngeluh, ya pasti la. Soalnya harus dilintasi setiap hari. Yang susahnya kalau musim penghujan. Jalannya kan mendaki atau menurun jauh, jadi sangat licin. Sangat rentan terjadi kecelakaan,”keluhnya.

Saat ditanya apa penyebab rusaknya jalan tersebut, Rafik mengatakan, karena jalan sering kali dilewati mobil bermuatan beban besar. Sehingga jalan cepat rusak.

“Tahun 2016 lalu juga ada penggerjaan jalan beton yang baru. Saya yakin juga tidak bakal bertahan lama. Sebab, mobil fuso membawa alat berat diduga untuk melakukan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) sering kali lalu lalang di jalan ini,”tandasnya.(so30)