sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Baru Dibangun, Pintu Air Sungai Belati Tidak Berfungsi

pintu-air
Pintu air Sungai Belati. Photo: Hamzah

SAROLANGUN-Pintu air Sungai Belati Kelurahan Sarkam yang baru selesai dibangun kembali menjadi keluhan warga, pasalnya pintu air yang seyogyanya menjadi penghalang air masuk ke Sungai Belati, namun baru sedikit saja air sungai tembesi naik, pintu air tidak mampu menahan air yang masuk, lantaran tinggi pintu air yang tidak sebanding.

Salah satu warga yang sedang berada di dekat pintu air kemarin mengatakan, seharusnya pintu air harus sama tinggi dengan tebing sekitarnya, sehingga saat air tembesi meluap masih bisa difungsikan sebagai penghalang air naik, namun untuk saat ini kenyataannya hanya dua meteran saja.[survey id=416046903]

“Kita tidak menyalahkan siapa-siapa, namun yang kita sayangkan kok pintu airnya tidak sama dengan tebing yang ada dikiri dan kanannya, baru sedikit saja air naik, air sungai langsung masuk, jadi terkesan tidak ada manfaatnya, atau memang perencanaannya yang salah,”ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Terpisah, M Saman Ketua RT 4 Lingkunan Sungai Belati saat dikonfirmasi harian ini melalui ponselnya kemarin mengakui, memang saat ini air sungai tembesi tetap bisa masuk ke lingkungan sungai belati, lantaran pintu air yang sudah terendam air.

“Setahu saya fungsi pintu air itu menghalang air masuk, tapi kenyataannya tetap saja seperti tidak ada pintu air,”ujar Saman.

Oleh karena itu, Saman berharap pada kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut untuk mencari jalan keluar yang baik, sehingga proyek pintu air yang dibangun menggunakan APBD Provinsi Jambi tersebut bisa difungsikan sebagai mana mestinya.

“Bisa saja ditinggikan lagi pintu airnya, atau tambah cor semen di bagian bawah, sehingga banjir-banjir kecil air tidak bisa masuk, lain halnya dengan banjir besar, itu diluar kemampuan kita,”harap Saman.

Perlu diketahui, belum lama ini pembangunan proyek pintu air tersebut mendapat keluhan dari warga yang ada di sekitar pintu air, karena ada sejumlah kesepakatan yang tidak dilaksanakan oleh kontraktor, diantaranya penimbunan tanah milik H Syafruddin, dan sampai saat ini kondisinya masih menyempit, selain itu penimbunan anak sungai belati yang juga tidak dilakukan, sehingga saat ini air juga bisa masuk melalui anak sungai tersebut. (so10)