sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Banyak Disalahgunakan, Puluhan Motor Dinas KLX Ditarik

DITARIK: Tampak puluhan motor dinas jenis KLX dikumpulkan di halaman kantor Bupati Sarolangun kemarin. Poto:adi

SAROLANGUN-Puluhan kendaraaan Dinas roda dua jenis Kawasaki KLX 150 CC kemarin dikumpulkan di halaman kantor Bupati. Pengumpulan puluhan motor ini dilakukan untuk diinventarisir kembali. Sebab sejauh ini motor KLX tersebut disinyalir banyak disalahgunakan oleh oknum PNS yang nakal, seperti dijadikan motor cross dan adventure. Mirisnya lagi ada juga digunakan untuk keperluan pribadi seperti keperluan berkebun dibandingkan untuk keperluan kantor.

Pantauan harian ini (05/06) di lapangan, tampak salah satu motor KLX warna Kuning sudah dijadikan motor cross, mulai dari knalpot diganti dengan knalpot racing, nomor undian di body samping motor hingga stang diganti.

Dalam kesempatan ini juga Bupati Sarolangun didampingi dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) langsung melakukan pengecekan terhadap kendaraan tersebut, dan saat melakukan pengecekan, Bupati langsung berang melihat kondisi aset pemerintah dijadikan keperluan pribadi.

“Ini motor sudah banyak digunakan untuk hobby, bukan untuk dinas lagi, banyak dijadikan untuk cross dan adventure, ini sudah tidak benar lagi, harga motor ini bukan murah,’’ kata Bupati.

Untuk motor dinas tersebut lanjut Bupati lihat dulu penggunaannya, kadang-kadang tempat dinasnya medan biasa-biasa saja, malah dikasih motor Trail, sedangkan daerah lain yang masih berlumpur dikasih kendaraan biasa.

“Jadi kita data ulang dan dikumpul, jika daerah dinasnya medan berat jadi wajar kita kasih Trail. Kalau sekedar untuk mengantar surat ke kantor bupati tidak perlu hal itu. Sedangkan motor untuk PPL saja susah, Kepala Desa juga susah, kok pejabat ini gunakan motor mewah disalah gunakan untuk hal-hal yang tidak jelas,’’ bebernya.

Disinggung berapa jumlah total kendaraan roda Dua KLX keseluruhan, Bupati mengatakan masih dalam proses pendataan.

“Kalau total keseluruhan belum terdata semua, ini masih dikumpulkan, masih banyak lagi belum mengumpul, hari ini (kemarin, Red) yang sudah terkumpul 40 unit dari 70 unit,’’ jelasnya.

Bagi yang belum mengumpulkan dihimbau agar semuanya harus dikumpulkan, apabila tidak maka akan ditindak tegas yang diterapkan, karena motor tersebut adalah aset pemerintah.

“Kita kasih waktu dua hari untuk pengumpulan dalam rangkan inventarisir, apabila tidak juga dilakukan tentu kita beri sanksi sesuai dengan peraturan yang ada, yang jelas hari ini kita data ulang nanti, kalau memang tugasnya medan berat silahkan pakai. Kalau tidak nanti kita alokasikan kepada kepala desa, karena banyak kepala desa yang belum memiliki motor, tapi bagi yang tempat jalan buruk dan jalan terpencil itu malah tidak punya, dan itu perlu, jika untuk kunjungan dinas, kalau di kantor bupati ini untuk apa, ke lapangan juga tidak pernah,’’ tegasnya.

Kendati demikian pemerintah Kabupaten Sarolangun kini tengah melakukan inventarisir lagi, jadi semua kendaraan dikumpulkan terlebih dulu, dan jika sudah terlumpul, makan nanti akan alokasikan setelah tahu tugasnya dimana.

“Motor ini tetap di beri kepada yang betul-betul sesuai dengan tugas, PPL yang tugas di Batang Asai boleh pakai Trail, kalo tugasnya di seputar Sarolangun ini dak perlu motor Trail, dan harga motor trail ini bisa dapat dua motor bebek tiga malahan,’’ pungkasnya.(so4)