sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Banjir, Sejumlah Sekolah di Sarolangun Diliburkan

BANJIR: Tampak salah satu sekolah yang terkena banjir.poto:wahid

SAROLANGUN-Sudah beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun sudah tergenang banjir, yang mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu, termasuk kegiatan belajar mengajar di beberapa sekolah juga sudah diliburkan.

Menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun, sedikitnya ada empat sekolah saat ini sudah diliburkan, yaitu SD Gurun Baru atau yang sering disebut Sekamis, Gurun Tuo Seberang, Mandiangin Tuo dan Kertopati.

“Untuk saat ini empat sekolah itu sudah kita liburkan, namun beberapa hari lalu SD dan SMP satu atap di Kecamatan Air Hitam Desa Bukit Suban juga kita liburkan,”ujar H Lukman M Pd Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun kemarin (6/3).

Menurut Lukman, dari data diatas ada beberapa sekolah belum terendam, hanya saja akses untuk kesekolah tersebut yang sudah terganggu, sehingga mengharuskan menggunakan perahu atau model transportasi sungai lainnya.

Bukan hanya SD, untuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) juga sudah ada yang diliburkan, karena gedung tempatnya belajar sudah direndam banjir.

Disinggung bagaimana langkah Pemkab terkait sekolah yang sudah menjadi langganan banjir tersebut, Lukman mengatakan tetap berencana untuk memindahkannya ke tempat yang lebih tinggi, dan pemerintah setempat diminta untuk mencari lahan yang layak.

“Atau setidaknya kedepan kita bangun gedung bertiang untuk sekolah yang ada dipinggir sungai ini,”terangnya.

Sedangkan lamanya masa libur tersebut Lukman mengatakan sampai dengan kondisi benar-benar aman,”Jika sudah surut, langsung dibersihkan dan sekolah mulai aktif,”tandas Lukman.

Terpisah, Muliadi Kepala BPBD Kabupaten Sarolangun saat dimintai keterangannya terkait kondisi terkini mengatakan, Untuk wilayah Pauh dan sebagian Kecamatan Mandiangin sudah mulai turun, tetapi wilayah Desa Sungai Rotan Kecamatan Mandiangin mulai naik, karena banjir kiriman dari daerah hulu sudah sampai.

“Mungkin banjir di mudik kemarin baru sampai, makanya sekarang Desa Sungai Rotan mulai banjir, dan kita sudah kirim perahu,”terang Mulyadi.(so10)