sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Bangunan Pasar Pulau Pandan Mubazir

PASAR: Gedung Pasar Limun di Desa Pulau Pandan tidak ditempati para pedagang. Photo : wahid

SAROLANGUN–Gedung baru pasar kalangan di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Limun saat ini belum terlihat manfaatnya bagi para pedagang, khususnya masyarakat setempat. Bangunan gedung pasar tersebut jadi sia-sia, padahal Pemkab Sarolangun mengeluarkan anggaran yang cukup besar, mencapai ratusan juta untuk membangun pasar tersebut.

Dengan adanya gedung pasar yang baru itu, diharapkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan bisa pindah ke tempat yang baru. Namun faktanya di lapangan, tak satupun pedagang yang berjualan di gedung yang baru tersebut, begitu juga dengan kios-kios yang disediakan seiring pembangunan gedung baru tersebut terlihat kosong.

Dari pantauan di lapangan kemarin (10/03), pasar kalangan di Desa Pulau Pandan, yang dilaksanakan setiap hari Jum’at itu, para pedagang masih banyak berjualan di pinggir jalan, dan mengganggu arus lalu lintas. Kemudian, tempat yang dibangun juga ternyata tidak ditempati para pedagang, sehingga bangunan gedung tersebut terkesan asal jadi dan tidak ada perencanaan yang matang.

Salah seorang pedagang, Pak Anwar, saat di wawancarai media ini, mengatakan para pedagang enggan menempati bangunan gedung yang baru tersebut, disebabkan karena tempatnya terlalu tinggi sehingga para pedagang merasa tidak nyaman untuk berjualan, begitu juga dengan pembeli yang datang, tentu tidak merasa nyaman dengan tingginya tempat orang berjualan.

“Ketinggian pak, makanya para pedagang tetap berjualan di pinggir jalan itu, lihat saja, mereka (pedagang, red) inginnya tempat ini direndahin,’’ katanya.

Ia juga menyebutkan, para pedagang juga sudah pernah menemui pemborong selaku pelaksana proyek pengerjaan bangunan gedung tersebut, untuk dilakukan perbaikan dengan merendahkan tempat yang sudah dibangun untuk para pedagang.

“Pemborong tidak mau merendahkannyo. Setelah dibangun seperti inilah, pedagang tidak mau di sini, tempat dibiarkan kosong begitu saja,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Refi, pedagang di Pasar Pulau Pandan yang sudah lama berjualan di sana. Mengatakan setelah dibangun gedung pasar yang baru ini belum ada peresmian yang dilakukan oleh pemerintah daerah, karena tidak adanya pedagang yang mau berjualan di sana.

“Sudah sejak beberapa tahun lalu dibangun, tapi tidak ada peresmiannya, gimana mau diresmikan, pedagang saja tidak mau berjualan di sana, kios-kios itupun kosong isinya,” sebutnya.

Karena tempat berjualan ketinggian, sudah pernah ditanggapi oleh pihak pemborong, namun bukan merendahkan tempatnya, hanya menambah tangga di bawah bangunan untuk memudahkan para pedagang naik ke tempat berjualan.

“Dulu tidak ada tangga itu (sambil menunjukkan tangga, red), baru-baru inilah dibuat tangga itu oleh pemborong. Tapi tetap saja pedagang tidak mau berjualan di sana, karena sudah salah,’’ tandasnya.(so31)