sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Asep Akui Dapat Proyek dari Epi di Sidang Lanjutan Koropsi Jamtung

sidang JAMBI-Sidang kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan gantung (Jamtung) Desa Ujung Tanjung Kecamatan Sarolangun terus bergulir di Pengadilan Tipikor Jambi. Kemarin (14/9) adalah sidang terakhir dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU).

Saat diwawancarai oleh harian ini, JPU Andi Sugandi, SH, mengatakan, sidang belum sampai pembacaan tuntutan. Namun sidang masih dengan agenda pemeriksaan saksi.

‘’Kami belum sampai tuntutan dan pemeriksaan saksi-saksi berkas perkara sudah selesai,” ucapnya.

Saksi yang diperiksa dalam sidang kemarin adalah Asep Kurnia. Selain sebagai saksi Asep Kurnia juga sekaligus sebagai terdakwa.

Sidang akan kembali dilanjutkan Rabu mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi adecas atau saksi yang meringankan terdakwa.

‘’Kewenangan menghadirkan saksi adecas adalah kewenangannya ada dipihak mereka (terdakwa, red) yang diajukan ke Majelis Hakim,” paparnya.

Sementara itu dalam keterangan Asep Kurnia di persidangan kemarin, membenarkan bahwa selaku pelaksana pekerjaan di lapangan dalam pembangunan jembatan gantung. Pekerjaan pembangunan Jamtung diperoleh dari Epi Suryadi selaku kuasa dari PT Adipati, kontraktor pelaksana pembangunan Jamtung.

“Asep Kurnia bersikeras menyampaikan dari segi volume atau mutu tidak ada kekurangan, intinya proyek tersebut diselesaikan 100 persen, akan tetapi dengan hasil penyidikan bahwa pengerjaan tersebut terdapat kekurangan volume dan mutu yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp 179 juta,” kata JPU Andi Sugandi.

Andi Sugandi menambahkan, mereka (Para terdakwa, red) terancam pasal 2 pasal 3 UU Tipikor dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Sementara itu Jhoni, pengacara ke tiga terdakwa mengatakan, hari Rabu nanti pihaknya akan menghadirkan saksi adecas atau saksi yang menguntungkan dan juga ada saksi ahli.

Seperti diketahui dugaan korupsi pembangunan Jamtung Ujung Tanjung pada awalnya menyerat tiga terdakwa, masing-masig Epi Suryadi selaku kontraktor pelaksana, Adni sebagai KPA dan H Dodi Irhandi sebagai PPTK. Seiring perkembangan, nama terdakwa bertambah dan menyeret Asep Kurnia.(mar)