sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Angka Kemiskinan di Sarolangun Menurun

Bappeda : Dari 9,33 Persen Menjadi 8,87 Persen

SAROLANGUN –  Angka kemiskinan di Kabupaten Sarolangun mengalami penurunan yang cukup signifikan.  Data dari Bappeda Sarolangun menunjukkan angka kemiskinan tahun 2017 menurun dari tahun 2016 yang lalu.

Jumlah angka kemiskinan pada tahun 2016 sebanyak 26. 370 jiwa dan menurun pada tahun 2017 sebanyak 762 jiwa atau 8,87 persen dengan jumlah kemiskinan sebanyak 25.608 jiwa.

” Ya,  jumlah angka kemiskinan kita tahun 2017 menurun dibandingkan tahun 2016, dari 9,33 persen tahun 2016 menjadi 8,87 persen tahun 2017, “kata Kepala Bappeda, Ir Dedi Hendri, saat diwawancarai awak media, Senin (02/04) kemarin.

Dedi juga menjelaskan bahwa untuk pada tahun 2017, garis kemiskinan masih tergolong tertinggi di Provinsi Jambi,  yakni Rp 393.344, dibandingkan Kabupaten/Kota Se-Provinsi. Sehingga, secara umum angka persentase penduduk miskin ini,  kata Dedi masih relatif tinggi. ” Garis kemiskinan kita masih tergolong tinggi, di Provinsi Jambi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan penurunan angka kemiskinan,  disebabkan oleh dua faktor. Pertama,  katanya dari sisi pendapatan masyarakat dan Kedua dari sisi Belanja.

Menurutnya dua faktor itu saling mempengaruhi satu sama lainnya, semakin tinggi pendapatan yang dibarengi dengan belanja yang sedikit, maka kesejahteraan ekonomi akan meningkat.

” Penyebab menurunnya angka kemiskinan,  ada dua hal. Sisi pendapatan,  kita dorong wiraswasta baru, petani-petani baru. mendapatkan pekerjaan dengan pendapatan yang layak. Sisi belanja,  kita harus menurunkan belanja, “tambahnya.

Kemudian,  untuk menekan angka kemiskinan lebih rendah lagi, Pada masa Kepemimpinan Bupati Sarolangun Cek Endra dan Wakil Bupati Hillalatil Badri, pada tahun 2019 mendatang ada tiga skala prioritas, yakni Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur pelayanan umum, meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat berbasis potensi lokal dan meningkatkan pelayanan umum.

” Selain infrastruktur pelayanan umum, kita akan kembangkan ekonomi masyarakat, melalui potensi lokalnya. kalau batu jadi pengusaha batu,  pertanian kita dorong ke pertanian. dan juga Pelayanan publik seperti

Kesehatan, Pendidikan juga akan didorong, perizinan dan kependudukan, Insa Allah kemiskinan akan menurun drastis, “tukasnya. (So31)