sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Anggaran Rp 5 Milyar Jalan Muara Mensao Terancam Dibatalkan

Aksi warga kecamatan Limun tanam pisang di jalan yang rusak. Photo : dok/So

SAROLANGUN-Anggaran senilai Rp 5 Milyar untuk perbaikan jalan di Dusun Rantau Alai, Desa Muara Mensao, Kecamatan Limun terancam akan dibatalkan. Pasalnya sampai saat ini Pemkab Sarolangun belum juga melakukan proses lelang mega proyek tersebut.

Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri, saat dikonfirmasi harian ini kemarin, usai melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di mushollah kantor bupati, didampingi Sekda Sarolangun H Thabroni Rozali, mengatakan, bahwa persoalan tersebut dikarenakan saat ini adanya masa transisi kepemimpinan (Bupati, red) dari Pj Bupati Arief Munandar kepada Bupati Sarolangun Drs Cek Endra.

Dimana sebelum dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati terpilih, proyek tersebut sudah dilakukan pelelangan. Namun setelah dilantik, pelelangan pertama belum ada keputusannya dan juga pembatalannya.

“Terjadinya persoalan ini karena transisi kepemimpinan. Barang ini (proyek, red) sudah dilelang, tapi si pelelang pertama belum ada keputusan apa mau dilanjutkan, dan juga belum ada pembatalannya, jadi ini tergantung,” katanya.

Kemudian, lanjut orang nomor dua di Kabupaten Sarolangun itu, bahwa dengan berjalannya waktu, yakni sudah masuk bulan Agustus ini, proses pelelangan sudah tidak bisa lagi dilakukan oleh bupati yang baru, karena mengingat waktu yang tidak memungkinkan lagi.

“Yang lama tidak bisa melanjutkan dan yang baru juga tidak bisa melakukan pembukaan tender, dan jika sampai 31 Desember belum juga dilelang, mau tidak mau akan jadi silpa,” jelasnya.

Bukan hanya itu saja, ternyata di Desa Muara Mensao itu juga ada proyek lainnya yang terancam dibatalkan, selain anggaran perbaikan jalan. Ada juga pembangunan jembatan di Muaro Mensao.

“Ada tiga paket disana (Muaro Mensao, red) paketnya tergantung sekarang, apa dibatalkan atau tidak. Karena kita terkendala proses lelang,” pungkasnya.

Saat ini masyarakat setempat merasa khawatir akan pembatalan perbaikan jalan itu. Meskipun masyarakat melakukan penanaman pisang dan nanas, sebagai aksi protes belum ada sentuhan dan tanda-tanda jalan poros masyarakat setempat akan diperbaiki.(so31)