GERBANG INFORMASI KITO

Aktivitas Belajar di SDN 213 Sepintun Terkendala Infrasruktur Jalan dan Perumahan Guru

PENDIDIKAN : Kondisi SDN 213/VII Dusun Tran III di desa Sepintun. Photo : dok

SAROLANGUN- Terkait pemberitaan SDN 213/VII Dusun Tran III Desa Sepintun Kecamatan Pauh di media cetak Sarolangun Ekspres dan sarolangunonline.com, Selasa (04/04) yakni tentang tidak efektifnya pendidikan karna seorang kepala sekolah dan guru yang jarang hadir. (Baca: Dinilai tak Normal, SD 213 Sepintun Disorot )

Adi, kepala sekolah yang masih pelaksana Tugas (PJS) saat dikonfirmasi harian ini, ternyata tidak menapikkan atas kehadirannya yang jarang masuk sekolah tersebut. Menurutut dirinya kehadirannya jarang kesekolah tersebut bukan tanpa alasan, karena jarak tempuh yang sangat jauh beserta struktur jalan yang sangat buruk, dan tidak disitu saja dengan tidak adanya tempat penginapan atau perumahan guru disana ini menurutnya adalah alasan yang mendasar sehingga persoalan ini sangat mengendala bagi dirinya.

“Memang saya jarang ke sekolah, tapi bapak tahu sendiri bagai mana proses ke sekolah itu. Jarak tempuhnya jauh pak, apalagi kondisi jalan yang rusak parah ditambah lagi sekarang hujan terus bertambah susah saya kesana. Dan lagi saya tidak ada tempat tinggal disana pak, kalau ada perumahan guru saya siap melayani sekolah itu setiap hari.”paparnya kepada media ini.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya selama ini tanpa dibantu pihak dinas terkait sudah pernah upaya mengontrak rumah warga disana dan proses mengajar kami sangat efektif. Namun setelah ia tidak lagi tinggal disana karna rumah yang dikontraknya disana sudah diambil alih oleh pemilik, terpaksa harus pergi kesekolah dari tempat tinggalnya dimuara bulian.

“Dulu waktu masih ngontrak disana Alhamdulillah pak anak-anak kami belajar sangat efektif, sekarang rumah kontrak saya sudah dipakai sama pemiliknya jadi terpaksa hurs berulang dari rumah saya,”ujarnya lagi.

Berdasarkan wawancara wartawan Sarolangun Ekspres secara eksklusip bersama kepala sekolah SDN 213 Sepintun II tersebut. Ia menyanggupi untuk dapat mengajar secara efektif buat sekolah itu senadainya pihak dinas terkait dapat memnuhi fasilitas guru disana seperti menyediakan rumah guru.

“Kami siap pak mengajar anak-anak kami setiap hari, asalkan kami diberikan perumhan disana.”pintanya.

Pantas saja persoalan belajar mengajar disana sangat tidak efektif, bukan saja karna para gurunya yang jarang hadir namun dengan hanya memiliki ruang kelas hanya 3 lokal dan tidak berkantor itu, menjadi salah satu faktor kendalanya.

Sehingga dengan kondisi tersebut tak jarang guru disana berinisiatif separoh dari siswa disana diajarkan dengan mengunakan lokal madrasah yang berada tidak jauh dari sana karna lokal yang ada hanya ada 3 unit saja.(so30)