sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Akibat PETI, Gagal Raih Adipura

peti
Salah satu Alat berat untuk PETI yang berhasilkan di amankan Polisi beberapa waktu lalu. Photo : dok

SAROLANGUN-Setelah gagal mempertahankan piala juara umum MTQ tingkat Provinsi minggu lalu, kali ini Kabupaten Sarolangun juga gagal meraih penghargaan bidang kersihan berupa Piala Adipura dalam penilaian tahun 2016. Kegagalan beruntun dalam dua tahun terakhir ini, disebabkan maraknya aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang mencemari aliran sungai. Ini diakui oleh Kepala Dinas Tatakota Kebersihan dan Pertamanan (Distaksiman) Sarolangun Haris MHum kemarin (25/7).

“Ya, kita tidak mendapat piala adipura tahun ini. Itu karena kita tidak masuk dalam penilaian,” kata Haris.

Haris mengatakan, sebelumnya Sarolangun bersama tiga daerah lainnya masuk dalam verifikasi penilaian. Namun setelah dilakukan verifikasi Sarolangun tidak dinilai lagi.

“Setelah verifikasi kita tidak dinilai lagi, jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Makanya kita tidak dapat Adipura,” sebutnya.

Alasan tak dinilai lanjutnya, karena isu nasional yang berkembang, bahwa di Sarolangun banyak terdapat aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin). Sementara pada kali ini, lingkungan perairan masuk dalam penilaian untuk piala Adipura.

“Jadi itulah salah satu penyebabnya, karena aktivitas PETI,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sarolangun, Ir M Fauzi MT bahwa salah satu penyebabnya karena maraknya aktivitas PETI di Sarolangun.

“Ya, PETI itu merupakan salah satu penyebabnya. Karena PETI di Sarolangun sudah masuk isu nasional, sementara daerah lain tidak,” ucapnya.

Namun lanjutnya, selain PETI persoalan pengelolaan sampah juga masih menjadi kedala. Dimana saat ini tempat pembuangan sampah masih banyak yang tidak berfungsi sebagai mana mestinya.

“Jadi kedepan kita memang harus berbenah. Peran serta masyarakat harus ditingkatkan,” tuturnya.

Sebab untuk menjaga kebersihan tidak bisa dibebankan oleh satu dinas saja. Namun semua sektor termasuk masyarakat harus dilibatkan.

“Seperti tempat pembuangan sampah sudah dibuat. Tapi masyarakat tidak membuang sampah ditempat tersebut. Ini bisa kita lihat masih banyak sampah yang berserakan,” pungkasnya.(so10)