sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

Air Sungai Limun dan Bt Asai Sudah Tidak Tidak Layak Lagi

SUNGAI UTAMA
TERCEMAR: Tampak air sungai yang sudah tercemar. Poto:dok

SAROLANGUN-Warga yang tinggal di bantaran Sungai Batang Limun dan Batang Asai diminta untuk tidak menggunakan air sungai tersebut. Sebab ke dua air sungai yang membelah kabupaten Sarolangun itu sangat tidak baik bagi kesehatan masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Peltu Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sarolangun, Fauzi MT. Dia menyebutkan, berdasarkan pengecekan pada 2015 lalu, pencemaran air sungai Limun dan Batang Asai sudah di atas ambang batas.

“Berdasarkan alat ukur yang kita miliki, tercatat kandungan pencemaran air mencapai 25 sampai 28, Itu sudah di atas ambang batas,”ungkap pria yang saat ini menjabat Asisten II Setda Kabupaten Sarolangun tersebut.

Untuk itu sebutnya, pihaknya mengintrusikan bagi seluruh warga yang tinggal di bantaran Sungai untuk tidak menggunakan air sungai tersebut. Apalagi ujarnya, untuk keperluan rumah tangga.

Terkait dengan kadar merkuri yang sudah merambat ke sungai tersebut, Fauzi mengaku belum mengetahui. Sebab untuk melakukan pengecekan, pihaknya terkedala dengan belum adanya alat yang dimiliki pihaknya.

“Kita belum punya alat untuk pengecekan kadar merkurinya,”tambah Mantan Kadis PU Sarolangun tersebut.

Namun dia menyebutkan, tercemarnya dua air sungai tersebut akibat dari pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang marak dialiran sungai tersebut. Disamping itu Peti juga sudah mengubah alur sungai yang ada.

Arus sungai tidak lagi mengikuti aliran sungai yang ada seperti biasanya. Dimana sudah ada aliran sungai baru yang dibentuk akibat pengerukan yang dilakukan dari aktivitas PETI.

“Kondisi ini dapat memberikan bencana alam. Dalam 2016 ini saja sudah terjadi banjir bandang yang terjadi di Sarolangun, bahkan musibah banjir itu selang dua bulan,” tuturnya.(so10)