sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

20 Tahun Nur Ifdan Simpan Offset Harimau Dalam Kamar

Tampak Harimau Sumatera milik Nur Ifdan yang sudah di offset dan saat ini di amankan di Mapolres Sarolangun. Photo : aji

SAROLANGUN- Tersangka penjualan satwa langka jenis harimau Nur Ifdan warga Jalan Garuda Rt.02 kelurahan Tanjung Indah Kecamatan Lubuk Linggau provinsi Sumatera Selatan yang di amankan plisi resort Sarolangun pada Senin (19/12/2016) sekitar pukul 22.00 WIB,di simpang pasar singkut ternyata sudah menyimpan kulit harimau sumatera sejak tahun 1995 silam.

Baca : Polres Sarolangun Tangkap Penjual Harimau Sumatera

Dari pengakuannya pada sejumlah wartawan siang tadi, pada tahun 1995 yang lalu, dirinya mengaku membeli kulit seekor harimau  seharga Rp 400.000 dari salah satu warga Lubuk Linggau dan sekarang akan menjualnya dengan harga Rp.50.000.000 pada seseorang di kota Jambi.

“Saya dulu membeli kulit harimau ini dengan harga Empat ratus Ribu rupuah dari warga linggau, kemudian saya offset sendiri dan saya simpan di dalam kamar” ungkap Nur Ifdan yang saat ini terpaksa mendekap di sel tahanan mapolres Sarolangun karena tertangkap saat akan menjual offset Harimau miliknya ke kota jambi.

Pria paruh baya kelahiran Semarang jawa tengah 51 tahun silam itu terpaksa harus berurusan denga pihak berwajib karena usaha untuk menylundupkan seekor Harimau yang sudah di offset miliknya tercium aparat kepolisian Polres Sarolangun saat patroli rutin ke arah singkut guna melakukan penangkapan Mobil-mobil yang sering melakukan pengakutan bahan bakar minyak (BBM).

Meskipun Offset Harimau itu sudah di bungkus dengan karung dan kardus serta di muat bersama peralatan orgen tungga menggunakan Truck colt Diesel merk Mitsubishi, berkat kejelian petugas polres Sarolangun, aksi Nur Ifdan berhasil di gagalkan dan kini dirinya bersam barang bukti seekor harimau yang sudah di offset dan kendaraannya di amankan Mapolres.

Kapolres sarolangun AKBP Budiman BP dalam keterangan persnya siang tadi,Kasus tersebut akan terus di dalami, sedangkan pelaku Nur Ifdan  terancam pindana penjara selama Lima Tahun dan denda Rp. 100.000 karena melakukan tindak pidana pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat 2, UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hanyati dan Ekosistem (aji)