sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

15 Da’i Terancam Dipecat

SAROLANGUN–Sedikitnya ada 15 da’i Kabupaten Sarolangun saat ini tengah mendapatkan sorotan keras dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun, terutama Bagian Kesra Setda Sarolangun. Pasalnya ke lima belas dai tersebut dilaporkan tidak bekerja untuk memberikan dakwah Islam di tengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Kabag Kesra Setda Sarolangun, H Juddin, S.Ag, saat dikonfirmasi harian ini, kemarin (8/2). Dirinya mengatakan, ke lima belas dai tersebut merupakan dai kabupaten yang ditempatkan dibeberapa desa dalam kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Batang Asai, Kecamatan Bathin VIII, Kecamatan Pelawan dan Kecamatan Mandiangin.

“Ya, ada 15 Dai kita terima laporan tidak kerja, alias makan gaji buto. Dari 158 dai yang ada dalam Kabupaten Sarolangun,’’ katanya.

Baca juga : Kades Lapor Da’i 15 Desa tak Aktif

Ia juga menjelaskan untuk ketegasan yang akan diberikan dengan para dai tersebut, jika memang tidak mampu melaksanakan kerja dengan baik, atau tidak mau dilakukan pembinaan, maka para dai tersebut akan terancam dipecat.

“Kita sudah koordinasi dengan Kades terkait, kita minta Kades memanggil dai yang bersangkutan, dilakukan pembinaan dan jika tidak bisa dibina kita berikan sanksi,’’ jelasnya.

Sementara itu, almarhum M Lutdzai, yang merupakan dai kabupaten ditempatkan di Kelurahan Sarolangun Kembang, saat ini tengah dilakukan pencarian penggantinya.

“Kalau pengganti almarhum Pak Lutzai masih dicari, ia merupakan dai kabupaten juga,” tukasnya.

Para dai Kabupaten Sarolangun, yang berjumlah 158 orang dan tersebar di seluruh penjuru desa dalam Kabupaten Sarolangun, merupakan tenaga pendakwah yang diberikan SK langsung oleh Bupati Sarolangun, dalam program satu dai satu desa, dengan diberikan insentif berupa uang sebesar Rp 750 ribu tiap bulannya.(so31)