sarolangunonline.com
Gerbang Informasi Kito

12 Tahun Pasar Limbur Tak Difungsikan, Ahli Waris Ancam Tarik Kembali Tanah Hibah

TERBENGKALAI: Tampak Pasar Limbur Tembesi yang saat ini terbengkalai. Poto:wahid

SAROLANGUN – Bangunan Pasar Limbur Tembesi sudah 12 tahun terakhir ini tidak difungsikan oleh Pemerintah Daerah di tanah seluas satu hektar yang dihibahkan masyarakat. Ahli waris tanah merasa sangat kecewa dengan tidak berfungsinya pasar tersebut. Pihak ahli waris berharap agar pemerintah daerah segera mengaktifkan pasar tersebut.

Dengan kondisi tersebut, pihak ahli waris menegaskan akan menarik kembali tanah hibah tersebut, jika pasar tetap saja dibiarkan terbengkalai, yang saat ini hanya dikelilingi semak belukar dan dibiarkan terbengkalai.

Anehnya, pihak ahli waris menuding, pemerintah daerah memanfaatkan dana perawatan setiap tahunnya yang terus dikeluarkan, namun faktanya gedung pasar tidak terawat, bangunan banyak yang rusak, kotor seolah-olah dana perawatan yang dikeluarkan tidak tepat sasaran.

Ahli waris, Rosdayanti, kepada media ini kemarin (06/03) mengatakan bahwa dulu pernah pasar tersebut diaktifkan, namun hanya empat kali pasar, pasar itu dipindahkan ke Limbur Tembesi yang ada di dekat lapangan bola kaki, Pasar Limbur. Padahal, menurutnya para pedagang yang berjualan saat itu masih mau berdagang di sana.

“Harapan kami, ke depannnya kalau bisa difungsikan. Kami selaku ahli waris sangat kecewa dengan sekarang ini biaya perwatan kemarin ada, tiap tahun ada, tapi tidak ada hasilnya. Beberapa tahun lalu ada difungsikan, kemudian dipindahkan lagi, kami tidak tahu kenapa pindah, padahal pedagang masih mau jualan,’’ katanya.

Untuk itu ia menegaskan, agar Pasar Limbur tersebut segera difungsikan, jika memang tidak ada upaya untuk itu, ia mengaku akan menarik kembali lahan seluas satu hektar tersebut.

“Akan kita tarik kembali, namun besar harapan kita bisa difungsikan,” jelasnya.

Sementara itu Camat Bathin VIII Masri, SH saat dimintai tanggapannya mengenai Pasar Limbur Tembesi tersebut, menilai tidak adanya upaya SKPD terkait dalam upaya pengaktifan pasar. Terutama Dinas Perindagkop Sarolangun yang terkesan tidak ada gebrakan.

“Pasar itu kendalanya peran instansi terkait, Disperindagkop yang mendukung fasilitasnya, dan pembenahan lokasi dari Dinas PU itu yang tidak ada,’’ katanya.

Ke depan, ia merencakan akan memngaktfikan pasar tersebut dengan secara berangsur-angsur, akan dijadikan Pasar Kecamatan Bathin VIII, namun perlu dukungan Pemda Sarolangun dan juga masyarakat.

“Akan kita buka pasar kecamatan, tapi tidak bisa secara spontan atau sekaligus, kita upayakan berangsur-angsur. Nanti, pasar mingguan akan ada dua, satu pasar hari kamis seperti sekarang, dan pasar ini (terbengkalai, red) akan dibuat hari Minggu. Dan kalau saya nilai sangat potensial,” pungkasnya.(so31)