Wushu Sarolangun Bawa Pulang 7 Medali

JUARA: Tampak atlit Wushu Sarolangun yang meraih medali emas. Poto:ist

SAROLANGUN-Meski baru hadir di Kabupaten Sarolangun, ternyata cabang olahraga (Cabor) Wushu sudah mampu membawa harum nama Kabupaten Sarolangun di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jambi XXII/2018 yang berlangsung di Kota Jambi. Cabor Wushu mampu membawa pulang 7 medali, masing-masing 1 emas, 1 perak dan 5 perunggu.

Ketua Umum Persatuan Wushu Indonesia Kabupaten Sarolangun Jumadi Tandi, kepada harian ini kemarin mengatakan, Cabor Wushu berlangsung tanggal 17-21 November 2018 di lantai 3 Mall Jamtos. Berlaga di ajang Porprov Cabor Wushu kontingen Sarolangun diperkuat 11 atlet 9 putra dan 2 putri.

‘’Alhamdulillah, prestasi yang ditorehkan anak-anak kita di Cabor Wushu sangat luar biasa, meski kita hanya diperkuat 11 atlit kita mampu menyumbang 7 medali, 1 emas, 1 perak dan 5 perunggu,’’ kata Jumadi Tandi yang sehari-hari akrab dipanggil Ahuat, ini.

Medali emas dan perak dipersembahkan dari nomor Taolu (jurus pedang dan toya). Sedangkan 5 perunggu direbut dari nomor Sanda (tanding) kelas 55 Kg, 60 Kg, 65 Kg, 70 Kg dan 75 Kg. ‘’Semua medali dipersembahkan atlet putra, saingan terberat kita adalah Kota Jambi,’’ ucapnya.

Diakui Ahuat, Cabor Wushu aktif berlatih di Kabupaten Sarolangun baru sekitar 8 bulan. Dengan persiapan yang tergolong singkat Ahuat sangat bersyukur, sebab atlet Wushu Kabupaten Sarolangun cukup diperhitungkan di ajang Porprov kemarin.

‘’Tim Wushu Sarolangun termasuk tim yang cukup ditakuti, terutama di nomor Sanda (tanding, red) atlet Wushu Sarolangun sempat beberapa kali memukul KO lawan dari kabupaten lain. Termasuk tim dari Kota Jambi juga sangat segan dengan atlet kita,’’ jelas Ahuat.

Dalam kesempatan itu, Ahuat juga mengatakan, seluruh atlet Wushu yang berlaga di Porprov merupakan putra-putri asli Sarolangun sebagian besar saat ini masih sekolah di SMK Negeri 4 Sarolangun.

‘’Kita diperkuat atlet-atlet muda yang potensial, jadi di ajang Porprov mendatang Cabang Wushu sangat potensial menyumbang medali, asal pembinaan terus kita lakukan terhadap atlet-atlet kita ini,’’ katanya.

Ahuat juga mengakui, dalam menjalani latihan sehari-hari, atlet Wushu Sarolangun mengalami banyak kendala salah satunya tempat latihan beserta saran dan prasarananya.

‘’Saat ini kita sangat butuh madras untuk latihan, selama ini anak-anak latihan di tanah, kasihan kalau pas hujan berlumpur, minat anak-anak Sarolangun berlatih Wushu sangat tinggi,’’ katanya.(se9)