Warga Kesulitan  Menikahkan Anak, Tomas Ultimatum  Lurah Kenali Besar

Tomas Syamsuardi saat mendatangi kantor Lurah Kenali Besar untuk menyerahkan berkas hasil pemilihan Ketua RT 29 perumahan Bougenvil Lestari. Poto: Ulil

JAMBI-Tokoh masyarakat  (Tomas)  RT 29 perumahan Bougenvil Lestari kecamatan Alam Barajo  Kota Jambi  mengultimatum Lurah Kenali Besar  Hamdani selama satu minggu untuk menjawab keluhan warga RT 29  terkait  kosongnya jabatan ketua   RT setempat. Yang Mana ketua RT lama weskaroni sudah pindah domisili dari lingkungan RT tersebut.

” Hari ini kami menyerahkan hasil pemilihan ketua RT yang berlangsung  Sabtu malam 18 Agustus lalu,”  ungkap  Syamsuardi  saat di konfirmasi media ini.

Tapi sangat disayangkan,  perwakilan warga RT 29 tersebut saat hendak menyerahkan hasil  pemilihan ketua RT  tidak bisa bertemu langsung dengan Lurah kenali Besar dikarenakan Lurah sedang rapat di Bapeda.

Syamsuardi hanya bertemu dengan Sekertaris Lurah Kenali Besar Rusnely, SE sakaligus menyerahkan berkas pemilihan ketua RT.

Kepada Sekertari Lurah Kenali Besar,  Syamsuardi secara tegas menyatakan  bahwa warga menunggu satu minggu keputusan lurah untuk minyikapi persoalan itu.

Dari  informasi yang berhasil dirangkum, walaupun Ketua RT yang lama Weskaroni sudah pindah domisili, namun dia tidak mau mundur dari jabatannya, sedangkan pihak kelurahan  terkesan mengulur-ngulur waktu dalam hal pemilihan ketua RT yang baru.

” Bila tak ada tanggapan kami akan melaporkan  Lurah  ke Onbudsman Provinsi Jambi,  disamping itu warga siap datamgi lurah secara beramai ramai,” tegas Samsuardi.

Menurut Syamsuardi, akibat  kekosongan jabatan ketua RT,  warga kesulitan  bila hendak berurusan,  salah satunya jika ada warga yang akan menikahkan anaknya.

Padahal  menurut perda nomor 9   Tahun 2016, apabila seoramg ketua RT pindah domisili , maka dalam waktu Dua  bulan, jabatan ketua RT pantas dikaji ulang.

” Terkait ketua RT, kami sudah berkali-kali nemui lurah, tapi sampai kini warga masih belum  memiliki ketua RT yang  baru, yang lebih prihatin lagi, warga terkotak-kotak, karena pro dan kontra,” ungkap Syamsuardi.

” Ada apa koq bisa berlarut larut masalah ketua yang sudah pindah,”  imbuh mantan anggota dewan Kota Jambi itu. (SO1)