Warga Blokir Jalan sambil Bentangkan Spanduk ‘Terjajah di Dusun Dewek’ 

BLOKIR: Tampak warga saat memblokir jalan batubara milik PT Caritas Energy Indonesia. Poto:wahid

SAROLANGUN-Dianggap ingkar janji, puluhan warga Padang Birau, Kelurahan Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, memblokir jalan tambang batubara milik PT Caritas Energi Indonesia yang menjadi kontraktor PT Karya Bumi Baratama. Warga menuntut pihak perusahaan mengakomodir tuntutan warga.

Baca: Warga Tak Mau Ada Tetesan Darah Dua Perusahaan Didesak Tetapkan MoA

Pemblokiran dimulai sejak pukul 16.00 WIB, Kamis (03/05) sore kemarin puluhan warga telah berkumpul memadati simpang jalan masuk ke lokasi tambang batubara. Tali dibentang, dengan beberapa kertas karton bertuliskan “Terjajah di Dusun Dewek”. Ada juga “Caritas MBS minum susu anak kami makan debu”.

Baca: Tim Tekhnis akan Diturunkan Mengkaji Penyebab Keretakan Rumah Warga Tanjung Rambai

Namun penutupan jalan tak berlangsung lama. Pasalnya, Kamis pagi (04/5) perwakilan warga telah melakukan pertemuan, yang difasilitasi Polres Sarolangun. Mediasi yang dihadiri 17 orang dengan berbagai instansi, mulai dari Polres, Kesbangpol, staf ahli, pihak PT CEI/MBS, Lurah Gunung Kembang, hingga perwakilan Kejari, itu memutuskan tiga poin kesepakatan.

Baca: Pungutan Truk Batu bara 15 Ribu Truk Kecil, 30 Ribu Tronton di Tanjung Rambai Dipertanyakan

Pertama, akan ada sosialisasi draf Memorandum of Agreement (MoA) yang akan dilaksanakan pada Jumat (04/05) malam pukul 07.00 wib di Aula Pondok Pesantren Rahmattul Ummah, Kelurahan Gunung Kembang. Ke dua, perusahaan akan menghentikan sementara aktivitas pengangkutan batubara keluar dari stock file, mulai Jumat (04/05), sampai batas waktu tidak ditentukan.

Berita selengkapnya>>>