Warga Adukan Dugaan Asusila Kades Terpilih ke Camat

Selain itu kata Samsul, bahwa laporannya tentunya bukan sembarang laporan, dia mengaku memiliki sejumlah bukti dan beberapa saksi. Iapun siap jika memang akan dituntut, kalau warga membuat laporan palsu.

“Korban mengakui dalam rekaman sudah ada, bahkan keluarga AZ ada minta ditutup tutupi kepada saksi saksi, dan mengatakan masalah dosanya biar saya tanggung. Kejadiannya di rumah pelaku, dan dirumah korban juga pernah, korban ini beberapa bulan nikah cerai,”katanya.

Hal senada juga disampaikan Hariyanto, warga Pulau Aro lainnya. Ia mengatakan bahwa persoalan ini sudah dilaporkan ke pihak Pemerintah Desa serta Lembaga Adat Desa, namun sudah tiga minggu tidak pernah ditanggapi. Makanya, pihaknya melaporkan ini ke Pihak Kecamatan dan Lembaga Adat Kecamatan.

Selain itu, puhaknya juga sudah melaporkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun.

“Sudah tiga minggu belum ada tanggapan, kami merasa kecewa selaku masyarakat, laporan ke kades lah masuk, kecamatan lah masuk, ke DP3A juga sudah masuk. Harapan kami ya agar diselesaikan, karena kami khawatir akan terjadi anarkis,”katanya.

“Kami minta pak camat agar masalah ini diselesaikan dengan cepat, di desa dan lembaga adat desa juga tidak mau menyelesaikan persoalan ini maka kami upayakan ke lembaga adat kecamatan. Kami minta penyelesaian secepat mungkin, ini murni gerakan kami, kami punya saksi dua orang dan juga alat bukti rekaman lengkap ini bukan fitnah,”katanya.

Camat Pelawan Hudri, mengatakan bahwa laporan dari masyarakat tersebut akan diupayakan dapat diselesaikan dengan baik, dan akan melakukan koordinasi dengan pihak lembaga adat kecamatan, karena menurutnya pihak kecamatan hanya sebagai penengah dalam masalah ini.

“Kita terima laporan masyarakat kita, terhadap persoalan ini kita akan berkoordinasi dengan LAM Kecamatan, bagaimana persoalan ini untuk di duduki bersama mencari jalan solusinya, nanti kalau memenuhi unsur tentu ada sanksi dari lembaga adat punya penyelesaian tersendiri, selaku orang tengah dalam permasalahan ini,” katanya.

Ketika ditanya apakah persoalan ini ada kaitannya dengan pilkades Pulau Aro, Camat mengatakan bahwa dalam hal ini kemungkinannya ada, karena kejadian muncul setelah dilakukan pilkades.

Ia meminta agar masyarakat Desa Pulau Aro, agar tidak melakukan anarkis dan tetap mengedepan asas musyawarah, dan tidak mengklaim seseorang melakukan perbuatan yang salah.

“Hubungan pilkades atau tidak, ini munculnya pasca pilkades, tapi di sinyalir mungkin ada, tapi laporan yang kita terima murni dari masyarakat Pulau Aro. Kejadian kita berharap apapun persoalan agar menanggapinya dengan bijak dan arif, kita jangan terlalu cepat mengklaim suatu hal sebelum kita tahu titik persoalannya, kita bukan seorang hakim yang bida menyatakan orang bersalah. Masyarakat harus menahan diri dulu, ini akan kita selesaikan,” tukasnya.(so31)