Tunggakan Iuran BPJS Capai Rp 10 Miliar

NUNGGAK: Data rincian tunggakan iuran peserat BPJS Kesehatan yang diperoleh harian ini. Poto:wahid

BPJS Kesehatan Sebut Pelayanan tak Terganggu

SAROLANGUN-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Sarolangun, mengakui bahwa  banyak anggota BPJS yang tidak disiplin dalam melakukan pembayaran iuran.

Hal ini terlihat dari banyaknya tunggakan pembayaran premi bulanan BPJS Kesehatan. Padahal dengan adanya tunggakan semacam ini, anggota tidak akan bisa mendapatkan pelayanan.

Kepala BPJS Cabang Sarolangun, Permatasari  mengatakan, peserta yang menunggak pembayaran iuran mencapai 27.865 peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang tidak aktif, dengan jumlah tunggakan Rp10 miliar.

“Alhamdulilah iuran dari PNS maupun yang PPU dan lainya sudah lancar. nah, yang terkendala ialah peserta mandiri yang membayar iuran sendiri, ada tiga kelas. Jumlah peserta yang paling banyak menunggak, peserta BPJS kelas tiga, sebanyak 20,767 peserta,” katanya, Jumat (19/10) kemarin.

Ia juga mengatakan, ketika pembayaran menunggak semua akan menghambat, baik pembayaran ke Pukesmas maupun kerumah sakit.

“Semua yang berkaitan dengan uang pasti terhambat, tapi alhamdllh kita di Sarolngun masih disubsidi dari daerah lain dan lancar-lancar saja, karena gotong royong kita nasional bukan antar kecamatan,” katanya.

Ia berharap kepada masyarakat Sarolangun agar meningkatkan rasa kesadaran dengan gotong royong, terutama bagi yang sudah merasakan.

“Dan bagi yang belum mendapat segera daptarkan diri dan ikut bergotong royong, jangan sampai ketika sakit baru dibuat karna ada jangka waktu setelah 14 hari baru aktif, dan untuk yang sudah punya kartu BPJS jangan sampai lewat tanggal 10 pembayarannya,” katanya.

Untuk diketahui jumlah pemasukan BPJS Kesehatan di Sarolangun melalui iuran yang dibayarkan peserta setiap bulan tidak sebanding dengan pengeluaran. Berdasarkan data tunggakan per 13 Oktober 2018, BPJS Kesehatan Mandiri telah menunggak, untuk kelas 1 sebanyak 2.158  peserta dengan besaran Rp 1.969.613.220, kemudian kelas 2 sebanyak 4.940 peserta dengan besaran Rp 2.769.996.702,- dan kelas 3 sebanyak 20.767 peserta dengan besaran Rp 5.315.960.099, – dengan jumlah total sebanyak 27.865 peserta dengan besaran Rp 10.055.570.021.(so31)