Tak Bijak, Bupati Masih Pakai Pejabat Mantan Napi

KUALATUNGKAL– Zona merah yang diberikan oleh lembaga Ombudsman kepada Pemkab Tanjabbar nampaknya masih tidak membuat Bupati Tanjabbar menjadi risau. Buktinya sebelum diberikan zona merah karena memakai pejabat yang pernah tersandung masalah hukum dan sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Baperjakat serasa tidak memiliki integritas dalam menyeleksi pejabat yang akan membantu Bupati dalam menyelenggarakan pemerintahan.

Polemik masalah pejabat yang menduduki jabatan strategis merupakan mantan napi, dan pernah dilakukan demonstrasi oleh sekelompok ormas atas kebijakan tersebut yang dirasa sudah melanggar etika kepatuhan dalam menyelenggarakan suatu pemerintahan yang bersih.

Berdasarkan data yang dihimpun ada beberapa jabatan strategis yang dijabat oleh mantan narapidana (napi) yakni Kabag Umum Setda Tanjabbar, Aerianto, Kabid Bina Marga PUPR, Arif Sambudi.

Kepala Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Jambi, Taufik Yasak meminta Bupati selaku kepala daerah dan baperjakat hendaknya jangan lagi memakai pejabat yang sudah pernah tersandung masalah hukum apalagi yang sudah berstatus narapidana. “ Kita selaku lembaga negara yang memiliki kewenangan mengawasi penyelenggara pelayanan publik menyayangkan kinerja Baberjakat dan DPRD, “ Ujar Taufik Yasak.

Menurutnya pejabat mantan napi jelas jelas pernah berbuat negatif kenapa masih dipakai juga, itu akan menyulitkan dlaam perbaikan pelayanan publik, karena orientasinya pasti ingin melakukan korupsi dan gratifikasi. “ Bupati sebagai pembina kepegawaian dirasa tidak bijak dalam hal ini, seharusnya pakailah pejabat yang bersih dan tidak pernah bermasalah dengan hukum, “ tegasnya.

Dia menambahkan, Kalau BPK memberi nilai, WTP, WDP atau Diclaimer, maka Ombudman RI memberi nilai Hijau, kuning atau merah, artinya ini mempunyai konsekwensi terhadap mampu atau tidak kepala daerah mengelola administrasi keuangan negara dan pelayanan aparatur negara. “ Kalau ini masih tidak dipatuhi maka apakah masih cocok orang seperti ini untuk dipilih kembali memimpin negeri dan rakyat, silahkan rakyat lagi yang menilai,” tukasnya.(So29)