Advertisement
BATANGHARI

Tahura Diobrak Abrik Pelaku Illegal Driling

Bupati Batanghari Ir Syahirsah Sy meninjau kawasan hutan raya di kecamatan Bajubang. Foto:Raden Suhur

MUARABULIAN- Mendapat kabar bahwa kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di desa Pompa Air kecamatan Bajubang sudah di obrak abrik pelaku Illegal Driling, akhirnya Bupati Batanghari Ir Syahirsah Sy turun tangan. Sekira pukul 9.20 Wib Rabu (30/1), Bupati didampingi pihak Dinas Lingkungan Hidup Batanghari menyusuri dua desa yakni desa Bungku dan Pompa Air.

Saat berada dilapangan, Bupati kesal dengan ulah para pelaku yang telah melakukan pengeboran dalam kawasan Tahura. “Kalau untuk menertibkan Illegal Driling bukan wewenang kita. Namun untuk menjaga kawasan Tahura itu memang wewenang pemkab Batanghari,” Kata Bupati Batanghari Ir Syahirsah Sy.

Bahkan Bupati mengaku telah melayangkan surat laporan kepada kementerian ESDM sekitar sebulan lalu. Namun pemerintah pusat terkesan lamban menyikapi laporan tersebut. “Iya, laporan terkait aktifitas warga dalam kawasan Tahura sudah kami sampaikan kepada kementerian ESDM pusat. Namun sampai saat ini laporan tersebut tidak digubris,” ungkapnya.

Bupati mengharapkan agar pihak terkait bisa mengatasi hal ini. Masalahnya, jika dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan kawasan Tahura hancur di obrak abrik pelaku IllegalDriling.

“Saya minta pihak terkait segera turun kelapangan. Kondisi Tahura saat ini sudah hancur. Kita harus menjaga Tahura karena kawasan ini dilindungi bukan dihancurkan,” tegas Bupati.(hur)