Semen Batu Raja Ditargetkan Beroperasi Tahun 2022

INVESTASI: Tampak Bupati Cek Endra poto bersama petinggi PT Semen Batu Raja. Poto:wahid

SAROLANGUN-Pertemuan petinggi Semen Baturaja dengan Bupati Sarolangun, Cek Endra, Rabu, (10/1) kemarin menunjukkan proyek investasi yang sempat madeg itu bakal dilanjutkan.

Direktur Produksi dan Pengembangan, Semen Baturaja, Dakoni mengatakan, jika pertemuannya dengan Bupati mengisyaratkan perkembangan yang baik untuk kelancaran investasi PT Semen Baturaja di Sarolangun.

“Ini pertemuan yang baik bagi kami Semen Baturaja, karena ini sangat membantu percepatan pembangunan pabrik di Sarolangun,” katanya, usai menghadiri pertemuan,  di ruang pola utama Kantor Bupati Sarolangun.

Pada 2018 ini pihaknya pun akan melanjutkan pembebasan lahan sekitar 600 hektar. Sebelumnya, di akhir 2017 pihak Semen Baturaja telah mulai melakukan pembebasan lahan 160 hektar, dan akan dilanjutkan pada kuartal pertama tahun 2018 ini.

Pihak semen Baturaja juga akan mulai menyiapkan dukomen tender pada semester kedua 2018. Dilanjutkan pembangunan kontruksi pada kuartal kedua 2019, dan ditargetkan selesai pada dua setengah tahun mendatang.  “Kuartal satu 2022 diharapkan selesai,”jelasnya.

Dakoni juga mengatakan, bahwa selama pembebasan lahan berlangsung cukup lancar, tidak ada penolakan, camat dan masyarakat menyambut baik rencana investasi dari Semen Baturaja.

“Kalau kendala besar tidak ada, kalau yang kecil-kecil itu adalah, itu yang perlu kita kondisikan,”tambahnya.

Dirinya pun berharap, pihak Pemkab Sarolangun bisa membantu untuk masalah infrastruktur jalan dan listrik.  Menurut Dakoni hal itu akan sangat membantu pihaknya dalam proses pembangunan pabrik di Sarolangun. Ia menyebut kuartal pertama 2022 Semen Baturaja ditargetkan telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan semen di pasar.

Sementara itu Bupati Cek Endra mengatakan pihak pemerintah mendukung penuh dan menjamin tidak akan ada masalah perizinan. Ia juga mengatakan akan membantu masalah infrastruktur jalan dan listrik. “Tahun depan akan kita bangun dua jembatan menuju ke sana, termasuk mencari dana di Jakarta untuk menyelesaikan jalan 39 KM itu,” terangnya.

Masalah kebutuhan listrik Semen Baturaja, pihaknya akan mempercepat rencana pembangunan PLTU 2 x 300 MW di Pauh dan MoU PLTG di Kecamatan Limun. CE barharap agar percepatan  realisasi investasi senilai  Rp 5 triliun itu bisa dilakukan secepatnya. Investasi besar tersebut akan berdampak luas pada masyarakat.

“Ini kan investasi besar multiefeknya pun besar, bukan hanya Kabupaten Sarolangun tetapi Provinsi Jambi,”tukasnya.(so31)