RSUD Chatib Quzwain Tambah Dokter Spesialis Kulit dan Neurologi

dr H Bambang Hermanto, MKes

SAROLANGUN–Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof DR HM Chatib Quzwain Sarolangun terus berbenah, untuk meningkatkan kepercayaan dan pelayanan yang optimal terhadap masyarakat. Salah satu pembenahan yang dilakukan, yakni akan mendatangkan dokter spesialis kulit dan neurologi. Hal ini dikatakan Kabid Pelayanan dan Medis RSUD, dr H Bambang Hermanto, MKes, saat dimintai keterangan pada Rabu (28/2), kemarin sore.

Menurutnya, saat ini sudah ada 10 orang dokter spesialis definitif yang bekerja di RSUD Chatib Quzwain.

“Kesepuluh dokter spesialis yang defenitif, diantaranya 3 orang dokter spesialis penyakit dalam, satu spesialis anak, dua spesialis kandungan, satu spesialis THT, satu spesialis anestesi, satu spesialis bedah dan satu spesialis radiologi,”katanya.

Dipaparkan Kabid Pelayanan dan Medis, diupayakan pertengahan Maret 2018 ini dokter spesialis kulit sudah stand by di RSUD. Setelah itu, akan menyusul dokter spesialis neurologi.

“Kami optimis pertengahan Maret hingga akhir maret 2018, dokter spesialis kulit sudah bekerja aktif di RSUD, namun diupayakan April 2018, dokter spesialis neurologi juga sudah aktif bekerja,”sebutnya.

Ditambahkan Bambang, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi, pihaknya bermotivasi dan berinovasi untuk mencapai visi dan misi RSUD Chatib Quzwain, salah satunya, yakni menjadikan RSUD Chatib Quswain sebagai Rumah Sakit pilihan rujukan untuk wilayah Jambi barat.

“Kami senantiasa memberikan pelayanan kesehatan perorangan yang bermutu tinggi dan terjangkau sesuai perkembangan IPTEKDOK, menjadikan RSUD sebagai pusat rujukan spesialistik di Jambi wilayah barat dan sekitarnya dan menjadikan pusat Diklat tenaga kesehatan serta Litbang teknologi kesehatan,”terangnya.

Selain itu, kata Bambang Hermanto, moto yang dikedepankan tenaga medis RSUD Chatib Quzwain, yakni masyarakat puas adalah kebanggaan. Justru itu, pihaknya menerapkan strategi dengan mengutamakan kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan dan mengoptimalkan peran Instalasi, SMF, laborotorium dalam pelayanan.

“Adapun bentuk kebijakan yang diterapkan, dengan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan konsumen dan menciptakan suasana kerja yang mendorong terciptanya peningkatan kinerja serta pemanfaatan SDM secara optimal,”tandasnya.(so9)