Renovasi Gunung Kembang Jadi Sorotan Wabup

INFRASTRUKTUR: Pengaspalan salah satu ruas jalan di Kabupaten Sarolangun. Poto:wahid

Batas Akhir 21 Desember

SAROLANGUN-Tidak terasa tahun 2018 tak lama lagi akan berakhir. Memasuki penghujung tahun, Pemkab Sarolangun mengingatkan rekanan yang mengerjakan proyek fisik yang menggunakan dana APBD Kabupaten Sarolangun untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri, menegaskan batas akhir pengerjaan seluruh proyek di Pemkab Sarolangun hingga 21 Desember mendatang. Pasalnya, saat ini masih banyak berbagai proyek yang saat ini belum selesai dikerjakan, padahal sudah memasuki akhir tahun 2018.

“Semua proyek sampai 21 Desember akhir harus selesai dikerjakan,” kata Wabup, usai membuka kegiatan sosialisasi Jasa Konstruksi, di Bappeda Sarolangun, Rabu (21/11) kemarin.

Kata Wabup, jika batas terakhir pekerjaan proyek tersebut tidak selesai dikerjakan, maka Pemkab Sarolangun akan bersikap tegas dengan mencairkan dana proyek sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan.

“Tidak bisa diselesaikan maka tidak akan dicairkan 100 persen, kalau ada mencairkan 100 persen ya resiko tanggung sendiri. Kecuali ada hujan terus menerus, sehingga kita juga ada hal yang ditoleransi mengenai itu,” katanya.

Terkait pekerjaan proyek ini, Wabup mengaku sudah berkali-kali menyampaikan dalam kegiatan apel ataupun juga rapat bersama OPD, agar segera memberikan peringatan bagi para kontraktor yang lambat dalam melaksanakan pekerjaan.

Salah satu, proyek renovasi lapangan upacara Gunung Kembang yang berada di Komplek Kantor Bupati, yang sudah empat bulan terakhir ini belum juga selesai dikerjakan oleh pihak rekanan.

“Yang jelas dari awal sudah sampaikan ke seluruh OPD apabila batas akhir tidak selesai akan dibayar sesuai realisasi fisik yang diselesaikan. Pembangunan batako di lapangan, kemarin sudah saya perintahkan pihak perusahaan, berikan peringatan apabila juga tidak bisa menyelesaikan putus kontrak, cari yang lain. Berikan peringatan kepada kontraktor, apabila progresnya terlambat, dan itu untuk semua proyek yang ada,” katanya.(se31)