Pungutan Truk Batu bara 15 Ribu Truk Kecil, 30 Ribu Tronton di Tanjung Rambai Dipertanyakan

ANGKUTAN BATUBARA: Truk angkutan batubara di wilayah stockfile Tanjung Rambai. Poto:wahid

SAROLANGUN-Koordinator perwakilan warga yang terkena dampak langsung aktivitas PT MBS dan CEI di wilayah stockfile,  Tanjung Rambai,  Kelurahan Gunung Kembang, mengaku baru mengetahui adanya dana yang digulirkan oleh para supir dari truk pengangkut batu bara di wilayah stockfile tersebut.

Ia menyebutkan dana itu dipatok dengan satu truk kecil sebesar 15 ribu rupiah dan satu tronton sebesar 30 ribu rupiah. Hanya saja,  ia mengaku tak mengetahui kemana dana itu disalurkan dan dikelola.

“Saya diberitahu hari ini, disetorkan kemana tidak dijelaskan mereka (perusahaan, red)  tadi, yang pasti dana itu bukan ke kami padahal sudah jalan dua bulan. Pengaturannya tidak tahu kita, apakah untuk masyarakat yang terkena dampak,” kata Wawan, Kamis (19/04) kemarin.

Ia juga menilai dana itu bergulir tanpa aturan, sebab dari mediasi yang dilaksanakan,  pihak perusahaan sudah melakukan kesepakatan bersama tiga RT,  yakni RT 09, RT 10 dan RT 12, dimana ada Fee yang dikelola oleh masyarakat.

“Apakah memang supir ini ikhlas atau tidak ngasihnya. Sudah ada kesepakatan dengan forum tiga RT, RT 09, 10 dan 12. Ada fee yang dikelola desa, 15 ribu truk kecil dan 30 ribu tronton. Dana untuk korban dampak. Sudah jalan sejak dua bulan lalu, dan inikan secara umum, ketika kami menyuarakan aspirasi kami, kalau supir saja menjerit, belum tentu ikhlas memberikan ini,” jelasnya.

Kemudian,  ia juga menyebutkan adanya truk Batubara dari Padang, bahkan mengeluarkan Dana 180 ribu, per satu truk. Dimana 30 ribu untuk satu pekerja dan 30 ribu untuk pembelian terpal. Hanya saja, ia tak mengetahui dana 120 ribunya kemana.

“Ada juga pihak truk itu dikeluarkan dana 180 ribu,  saya dengar dari truk dari Padang, kalau pekerja 30 ribu,  terpal 30 ribu, 120 ribunya saya tidak tahu. Dana itu perginya tidak tahu,  maka timbullah kegaduhan di masyarakat,  dari pada mudhorat lebih bik ditutup sajalah,” tukasnya.(so31)