Advertisement
SEPUTAR SAROLANGUN

PMII Berduka di Gedung DPRD Sarolangun

SAROLANGUN-Belasan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sarolangun membaca Surah Yasin dan Surah Fatiha di teras gedung DPRD Sarolangun. Pembacaan Surat Yasin dan Fatiha tersebut dilakukan karena merasa berduka karena menganggap demokrasi sudah mati di DPRD Sarolangun.

Baca Juga: Demo PMII di DPRD Sarolangun Ricuh

Menariknya, belasan mahasiswa membawa keranda mayat dan menggelar tikar sebagai tempat duduk. Keranda mayat diletakkan dihadapan mahasiswa sambil membaca Surah Yasin dan Fatiha.

Keranda mayat juga menyimbolkan kematian demokrasi di DPRD Sarolangun. Usai membaca Surah Yasin dan Fatiha, mahasiswa doa bersama mendoakan kesadaran bagi DPRD Kabupaten Sarolangun dan kesejahteraan bagi masyarakat Sarolangun.

Baca juga: Diduga Cemari Lingkungan, Masyarakat Rengkiling Demo PT SPC

Ketua PMII Sarolangun Hengki Tornado, usai pembacaan surah Yasin mengatakan,  mereka mendatangi gedung DPRD Sarolangun merupakan tindaklanjut kedatangan mereka sebelumnya. Yakni meminta agar DPRD Sarolangun menolak revisi Undang-undang MD3.

“Namun kenyataannya, kami sangat kecewa hasil yang kami dapat, DPRD tidak menanggapi tuntutan kami,” tandasnya.(so9)