PLN Belum Bayar Kompensasi Kewarga, Penarikan Kabel SUTT Diprotes

PROTES : Penarikan kabel SUTT di wilayah Kota Sungaipenuh kembali menuai protes. Photo : dok

SUNGAIPENUH-Lagi, aktivitas penarikan kabel SUTT di wilayah Kota Sungai Penuh, tepatnya di Desa Sungai Liuk, Kecamatan Pesisir Bukit. Sejumlah warga Sungai Liuk menprotes penarikan Kabel SUTT tower365 dan 366 didesanya.

Hal ini dikarenakan belum terealisasinya tuntutan warga selama ini, dimana masih ada sekitar sembilan warga yang belum selesai permasalahan pembayaran kompensasi yang seharusnya diberikan pihak PLN.

“Sudah tiga hari PLN vip Sumbagsel menarik kabel SUTT tower 365 dan 366 di sungai liuk, pelaksanaan aktivitasnya dikawal Kepolisian. Padahal hak kami belum diselesaikan, kemana lagi kami harus mengadu,”ungkap Nopriyosi berssma sejumlah warga.

Seharusnya, lanjut Nofri pihak PLN harus menyelesaikan terlebih dahulu masalah kompensasi, sebelum melaksanakan penarikan kabel SUTT didesa kami. Hal ini sesuai dengan surat perjanjian yang telah disepakati pihak PLN dengan warga.

Dalam kesepakatan bersama yakni meminta surveyor Indonesia untuk melakikan pengukuran krmbali dan dinilai KJPP, kami menerima hasil pengukuran ranah dan penilaian KJPP tahun 2017 lalu, kedua warga tidak mengganggu pengerjaan penarikan Konduktor SUTT 150 kv bangko-merangin-sungai penuh.

“Sayangnya masih ada warga yang tidak menerima kompensasi yakni sembilan orang, kami berharap pihak PLN segera menyelesaikannya,”sebutnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Sungai penuh, Indra menjelaskan untuk persoalan gantirugi dan harga tanah bukan wewenang pihaknya.

“Itu wewenang PT IOP di Sumbagsel, warga bisa menanyakan langsung, biasanya ada perwakilannya di lokasi penarikan kabel, terutama di sungai Liuk,”singkatnya.(so15)