PETI Picu Maraknya Peredaran Narkoba  di Limun

Pelaku PETI yang berhasil diamankan petugas beberapa waktu lalu. Photo: Dok/SO

SAROLANGUN-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Limun memicu maraknya peredaran Narkoba. Kapolsek Limun, Ipda Armansyah mengakui jika di wilayah hukumnya peredaran narkoba disokong ekonomi masyarakat yang tinggi dari hasil tambang emas ilegal.

“Di sini memang marak peredaran Narkoba, kami sudah sering melakukan penangkapan,” katanya, beberapa waklu lalu kepada para awak media.

Ironisnya, banyak masyarakat yang kurang mendukung. Armansyah bilang, saat penangkapan banyak keluarga pelaku justru mengahalangi upaya penegakan hukum dari aparat.

“Begitu kita melakukan penangkapan, mereka berkerumun seolah-olah menolak keluarganya dibawa,”sebutnya.

Kapolsek Limun itu mengaku lebih tiga kali melakukan penangkapan pelaku Narkoba, namun kerap dihalangi kerena tidak ingin anggota keluarganya diciduk polisi.

Umumnya, barang haram ini dipasok dari wilayah Sumatera Selatan, tapi jalurnya melewati dari Dam Kutur yang jaraknya sekitar 5 KM dari Mapolsek Limun.

Armansyah juga mengatakan pihaknya telah berulangkali mengimbau agar masyarakat mau menginformasikan jika mengetahui adanya transaksi Narkoba di wilayah Kecamatan Limun. Ia juga menyebutkan paling banyak terjadi peredaran narkoba yakni di Desa Ranggo, Panca Karya, dan Muara Mensao.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun dan juga jajaran Polres Sarolangun berkomitmen untuk melakukan penutupan PETI di Sarolangun. Sebelumnya, Camat Limun Dahlan, mengumpulkan semua kepala desa di wilayahnya, Danramil Limun dan Kapolsek Limun juga diundang. Agenda pertemuan membahas peran para Kades untuk membantu upaya penutupan PETI di Sarolangun.

Armansyah mengatakan, Kades-kades itu minta tempo enam bulan untuk menginfokan masalah penutupan PETI. Kalau sudah lewat, mereka mau membantu kami (polisi) untuk melakukan penutupan,”tukasnya.(so31)