PETI di BTA Memakan Sawah dan Pinggiran Jalan

ILEGAL: Aliran Sungai Batang Asai yang sudah dirusak oleh aktivitas PETI. Poto:wahid

SAROLANGUN-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah di Kecamatan Batang Asai saat ini sudah memprihatinkan. Pasalnya aktivitas illegal itu bukan hanya masuk ke sejumlah belantaran sungai namun sudah masuk ke wilayah persawahan dan pinggiran jalan beberapa desa di Kecamatan Batang Asai.

Bupati Sarolangun Cek Endra, belum lama ini saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Batang Asai, mengaku sangat prihatin atas kondisi tersebut. Ia meliaht rusaknya sawah dan sungai saat melintasi dari Desa Kasiro menuju Desa Pekan Gedang,  Kecamatan Batang Asai.

“Saya sangat prihatin, ada beberapa kawasan kita lewat dari Kasiro ada beberapa keegiatan PETI ini, sudah memakan sawah masyarakat dan pinggiran jalan,” kata Cek Endra.

Untuk itu, kedepannya dirinya meminta Camat Batang Asai yang baru akan segera melakukan pencegahan serta memberikan peninjauan dan pemahaman kepada masyarakat berupa larangan melaksanakan aktivitas PETI ini.

“Saya pikir segera kita lakukan pencegahan, dan saya minta pak camat, walaupun baru dilantik melakukan peninjauan dan patroli melarang masyarakat agar tidak merusak sawah,  jalan dan secara jangka panjang kabupaten dan provinsi akan terus berupaya, biar bagaimanapun PETI ini adalah kegiatan yang illegal,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Batang Asai,  Arpan saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dalam mengatasi persoalan tersebut, dirinya akan melakukan sinergitas dengan Unsur Tripika Kecamatan Batang Asai, serta meminta dukungan seluruh masyarakat.

“Insya allah dalam waktu dekat kami akan bersinergi dengan unsur Tripika, mencari jalan keluar bagaimana Batang Asai ini jernih. kami mohon dukungan semua, kami akan berjuang, akan panggil semua masyarajat bagaimana memikirkan Batang Asai ini jadi contoh, airnya jernih. Kami kerja sama dengan semua elemen akan membicarakan hal ini,” tukasnya.(so31)