Perkara Dipo Ilham Ditangani Penyidik Polres Sarolangun

Diduga Kampanye Mengikutsertakan Perangkat Desa

SAROLANGUN-Perkara dugaan tindak pidana Pemilu yang melibat calon DPR RI dari PAN, yakni Dipo Nurhadi Ilham tengah disidik oleh penyidik Polres Sarolangun. Hal ini berkaitan dengan dugaan melakukan kampanye yang mengikutsertakan perangkat desa.

Devisi hukum Bawaslu Sarolangun, Mudrika saat dikonfirmasi via ponsel, baru-baru ini mengatakan, dugaan pelanggaran tindak pidana Pemilu sudah dilimpahkan ke Polres Sarolangun pada 17 Januari 2019. Penanganan penyidikan akan dilakukan selama 14 hari oleh penyidik Polres Sarolangun sejak dilimpahkan.

“Untuk saat ini belum bisa membuktikan salah atau benar, tapi pihak Pengadilan Negeri Sarolangun yang akan memutuskan,” ujarnya.

Ditanya soal sanksi pidana jika terlapor terbukti melakukan tindak pidana pelanggaran Pemilu, dijelaskan Mudrika, terlapor bakal diancam kurungan penjara selama satu tahun dan denda Rp 12 juta.

“Kalau terbukti tidak menutup kemungkinam didiskualifikasi pencalegannya, itu tergantung putusan pengadilan, selanjutnya KPU yang mengambil kebijakan dan keputusan, setelah putusan pengadilan,”kata Mudrika.

Selain itu, dipaparkan Mudrika, jika melihat sanksi atas dugaan pelanggaran terlapor, ini termasuk pidana ringan. Kemudian disinggung, apakah dipenyidikan ada peluang dihentikan atau SP3 proses penyidikan, ditegaskan Mudrika hal ini merupakan kewenangan penyidik

“Kami Bawaslu tidak bisa menjawab soal peluang dihentikannya penyidikan yang dilakukan oleh penyidik, sebab bukanlah ranah Bawaslu yang bisa menghentikan itu,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Sarolangun mengatakan, bahwa laporan ini atas temuan dari Panwas desa dan kelurahan. Temuan yang dimaksud sebut Edi, terjadi di Desa Batu Putih Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun beberapa waktu lalu. Dan kini prosesnya sudah memasuki proses penyidikan atau tahap dua.

“Prosesnya tahap dua atau masuk penyidik dan disidik di pihak Polres Sarolangun,”beber Edi.

Namun terkait hal ini, jelas Edi, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan mendampingi pihak Polres Sarolangun dalam proses penyidikan ini.

“Bawaslu tetap mengawasi dan mendampingi pihak Polres. Dan sidangnya nanti tahap tiga setelah pelimpahan,”ujarnya.

Menurut Edi, dalam laporan yang diterima Bawaslu, bahwa yang bersangkutan terlapor melakukan kampanye di rumah salah satu Sekdes dan Kadus di desa Batu Putih Kecamatan Pelawan. Dan hal ini bertentangan dengan peratuaran yang ada seperti pasal 280 tentang kampanye ayat 2 poin I.

“Pelanggarannya mengikut sertakan perangkat desa.” pungkasnya.

Dipo Nurhadi Ilham saat dikonfirmasi, mengatakan dirinya belum bisa berkomentar apa-apa dan akan konsultasi dulu dengan pengacara.

” Saya akan kooperatif untuk mengikuti prosedur hukum,” pungkasnya.(so9)

PILIH BERITA FAVORITE ANDA