Pengadilan Negeri Sarolangun Didominasi Perkara Narkoba

PENGADILAN: Tampak Gedung Pengadilan Negeri Sarolangun.

SAROLANGUN-Sepanjang tahun 2017 yang lalu, Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun menangani 209 perkara biasa dan 22 Perkara Perdata. Dimana dari jumlah tersebut masih ada perkara yang belum bisa diselesaikan, dan tahun 2018 akan dilakukan penyelesaiannya.

Humas PN Sarolangun, Muhammad Affan, saat dikonfirmasi baru-baru ini mengatakan, untuk perkara biasa ada sekitar 34 perkara yang belum diselesaikan, sementara untuk perkara perdata ada sebanyak 8 perkara.

“Sampai bulan desember 2017, kita menangani 209 perkara biasa, ada 34 perkara belum putus, dan akan berjalan tahun 2018 ini. Dari perkara yang diputus, diantaranya banding ada 11 perkara dan kasasi ada 14 perkara,” katanya.

Dari jumlah perkara tersebut, lanjutnya, perkara biasa ini didominasi kasus tentang Narkotika, Pencurian dengan pemberatan dan kekerasan, ada juga perkara pidana anak sekitar 20 perkara, dimana 19 perkara sudah diputus.

“Kalau perkara biasa ini jika kita bandingkan tahun 2016, mengalami peningkatan. Dan perkara anak kita lihat disebabkan pengaruh orang dewasa, rata-rata yang kita tangani anak-anak ikut orang dewasa lakukan kekerasan, kalau asusila antara anak dengan anak juga ada,” jelasnya.

Sementara Perkara Perdata, secara umum soal sengketa tanah, hutang piutang, dan ada dua sengketa partai politik yakni soal PAW Partai PKS dan soal pemberhentian dan PAW Partai PDI Perjuangan.

“Rata-rata sengketa tanah, seperti di Lubuk Resam, Limun dan ada 8 perkara belum diputus, sehingga kita putuskan tahun ini. Permasalahnnya, ada soal batas tanah yang tumpang tindih, ada juga tanah yang diserahkan ke pihak ke tiga dibuka kebun lalu digugat,” pungkasnya.(so31)